Rabu, 27 AGUSTUS 2025 • 08:05 WIB

Menko Airlangga: Amerika Serikat Setujui Pembebasan Tarif Ekspor Sawit, Kakao, dan Karet Indonesia

Author

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. (REUTERS/Willy Kurniawan)

INDOZONE.ID - Amerika Serikat secara prinsip, telah menyetujui pembebasan tarif untuk ekspor minyak sawit, kakao, dan karet asal Indonesia.

Dengan kebijakan ini, tarif sebesar 19 persen yang diberlakukan sejak 7 Agustus 2025 oleh Presiden Donald Trump, akan dihapus.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan, pembebasan tarif tersebut baru akan berlaku setelah ada kesepakatan final.

Baca juga: Menkeu Sri Mulyani Sebut Penyesuaian Tarif BPJS Kesehatan untuk Jaga Keberlanjutan Program

Namun hingga saat ini, belum ada jadwal pasti karena Amerika Serikat masih sibuk melakukan negosiasi dagang dengan sejumlah negara lain.

Selain membahas soal tarif, pertemuan Indonesia dan Amerika Serikat juga menyinggung potensi investasi Negeri Paman Sam di bidang penyimpanan bahan bakar.

Rencana itu disebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan Danantara dan Pertamina.

Produk RI yang Tidak Diproduksi AS Akan Bebas Tarif

“Kami menunggu respons mereka. Namun dalam pertemuan, sudah disepakati secara prinsip bahwa produk yang tidak diproduksi di Amerika Serikat, seperti minyak sawit, kakao, dan karet, akan dibebaskan tarifnya. Tarifnya bisa menjadi nol atau mendekati nol,” kata Airlangga pada Selasa (26/8/2025).

Hingga berita ini diturunkan, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta belum memberikan komentar terkait keputusan tersebut.

Baca juga: Indonesia Jadi Tuan Rumah Latihan Militer Internasional yang Dipimpin Amerika Serikat

Indonesia merupakan eksportir minyak sawit dan pemasok karet terbesar di dunia.

Airlangga menilai, kepastian mengenai tarif ekspor ke Amerika Serikat, serta kemajuan pembahasan perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen pada 2026, meningkat dari proyeksi sekitar 5 persen di tahun ini.

Dorong Investasi Industri Pengolahan dan Energi Terbarukan

Kelapa sawit di Aceh. (Antara Foto/Syifa Yulinnas)

“Persepsi pasar global saat ini cenderung optimis. Sebagian besar investor mencari kepastian, dan Indonesia bisa menjadi salah satu negara yang menawarkan kepastian tersebut,” jelas Airlangga.

Lebih lanjut, ia menegaskan, pemerintah sedang berupaya menarik lebih banyak investasi asing, khususnya di sektor pengolahan komoditas utama.

Baca juga: Hindari Tarif Amerika Serikat yang Tinggi, Indonesia Jadi Pilihan Utama Investor China di Asia Tenggara

Airlangga mencontohkan, keberhasilan Indonesia dalam menarik investasi China untuk proyek nikel, kini menjadi acuan pengembangan industri strategis lainnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah mendorong investasi pada pengolahan pasir silika, termasuk untuk produksi panel surya dan wafer semikonduktor.

Hal ini dinilai penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri energi terbarukan dan teknologi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU