Kamis, 17 JULI 2025 • 13:39 WIB

Transaksi Digital Memasuki Era Baru, EDC Android Jadi Andalan Agen Keuangan

Author

Ilustrasi transaksi digital menggunakan EDC. (Freepik)

INDOZONE.ID - Transformasi digital di sektor perbankan terus bergulir demi meningkatkan efisiensi layanan dan kenyamanan nasabah. Salah satu langkah signifikan yang diambil PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk adalah mengganti mesin Electronic Data Capture (EDC) konvensional dengan versi Android.

Mulai 3 Maret 2025, BRI secara resmi menghentikan operasional EDC lama dan mewajibkan seluruh agen BRILink beralih ke EDC Android. Migrasi ini menjadi langkah strategis demi memastikan layanan tetap relevan dengan kebutuhan zaman serta memberikan pengalaman transaksi yang lebih modern.

"Secara keseluruhan, penggantian ini adalah langkah progresif BRI untuk memastikan ekosistem BRILink tetap modern, efisien, aman, dan mampu memberikan layanan terbaik kepada masyarakat luas," demikian pernyataan resmi dari BRI.

Tak hanya berfungsi untuk menggesek kartu, EDC Android kini menghadirkan fitur lebih lengkap. Alat ini mampu mengakomodasi layanan QRIS, transaksi dompet digital, hingga penarikan tunai. Bahkan, EDC Android dapat menjalankan berbagai aplikasi tambahan yang terintegrasi dengan sistem internal BRI.

Baca juga: Resmi Jadi Anggota BRICS, Presiden Prabowo Tegaskan Posisi Indonesia di Kancah Internasional

Keunggulan lainnya terletak pada konektivitas. Perangkat ini mendukung jaringan 4G/LTE, Wi-Fi, dan Bluetooth, memberikan alternatif koneksi agar tetap bisa beroperasi meski salah satu jaringan mengalami kendala teknis.

Dari sisi operasional, EDC Android juga mampu melakukan diagnosis dari jarak jauh. Teknologi ini secara otomatis menurunkan kebutuhan akan kunjungan teknisi ke lapangan, sehingga mempercepat penanganan masalah dan menekan biaya operasional.

Ilustrasi EDC. (Istimewa)

Selain efisiensi, EDC Android mampu menghimpun data transaksi secara lebih rinci. Hal ini memungkinkan analisis mendalam terkait performa agen serta merumuskan strategi bisnis yang lebih tepat sasaran.

Keputusan migrasi ini menjadi penting karena layanan keuangan tanpa kantor kini menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat luas. BRI menjawab kebutuhan tersebut melalui Agen BRILink yang terus berkembang secara masif setiap tahunnya.

Berdasarkan data resmi per tahun 2024, jumlah agen BRILink telah mencapai 1,06 juta. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebanyak 740.000 agen di seluruh Indonesia.

Baca juga: Persaingan di Era Digital kian Sengit! Ikuti Cara Ini agar Strategi Marketing Tepat Sasaran

Pertumbuhan ini juga terlihat dari sisi transaksi. Sepanjang tahun 2024, total nominal transaksi yang terjadi melalui BRILink tercatat antara Rp 1.583 triliun hingga Rp 1.589 triliun. Sementara fee based income dari layanan ini telah mencapai Rp 1,6 triliun.

Sejak 2020 hingga 2024, akumulasi transaksi BRILink telah menyentuh angka minimal Rp 5.500 triliun. Adapun fee based income dalam periode yang sama mencapai Rp 7,06 triliun—sebuah catatan yang menunjukkan peran signifikan BRILink dalam mendorong ekonomi nasional.

Lebih dari sekadar layanan keuangan, Agen BRILink juga memberikan dampak sosial. Agen-agen tersebut telah membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari satu juta orang dan menopang kebutuhan pokok tiga hingga lima juta individu dari keluarga para agen dan lingkungan sekitarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU