Ilustrasi transaksi pembayaran. (Freepik)
INDOZONE.ID - Baru tanggal muda, tapi saldo rekening sudah bikin panik? Gaji yang seharusnya cukup sampai akhir bulan malah mendadak lenyap buat bayar cicilan kartu kredit, tagihan paylater, hingga hutang yang terus datang tanpa jeda.
Yang bikin miris, banyak orang nggak sadar kalau kebiasaan ini perlahan membuat mereka terjebak dalam lingkaran finansial yang melelahkan. Kerja keras tiap hari, tapi hasilnya cuma numpang lewat karena sebagian besar penghasilan habis untuk membayar tagihan lama.
Kalau kamu sering bertanya, “Kenapa utang nggak pernah lunas-lunas?” bisa jadi masalahnya bukan cuma soal penghasilan yang kurang, tapi juga pola pikir soal uang yang masih keliru.
Baca juga: Banyak yang Langkah Setelah Hutang Lunas, Padahal Cara Simpan Uang Ini Bisa Untung Tanpa Ribet!
Banyak orang tidak sadar bahwa hutang perlahan mengambil kendali atas keputusan finansial mereka. Setiap bulan, sebagian besar penghasilan harus dialokasikan hanya untuk membayar bunga, cicilan, atau tagihan minimum.
Akibatnya, uang yang seharusnya bisa dipakai untuk kebutuhan penting justru habis untuk menutup kewajiban lama. Mulai dari menabung, membangun dana darurat, liburan, hingga kebutuhan keluarga pun sering tertunda karena hutang belum selesai.
Lebih parah lagi, tekanan mental juga ikut muncul. Rasa cemas saat tanggal jatuh tempo mendekat, stres karena tagihan terus berdatangan, hingga rasa bersalah karena kondisi keuangan tak kunjung membaik jadi hal yang sering dialami banyak orang.
Ilustrasi gaji cepat habis. (magnific)
Banyak orang gagal melunasi hutang karena merasa hidup hemat adalah hukuman. Tidak bisa checkout barang yang diinginkan, nongkrong setiap akhir pekan, atau mengikuti gaya hidup orang lain di media sosial sering dianggap menyebalkan.
Padahal, menurut Jeff Schwartz, hidup sesuai kemampuan bukan bentuk pengorbanan, melainkan keputusan cerdas untuk mencapai kondisi finansial yang lebih stabil.
Semakin cepat seseorang berhenti hidup lebih besar dari penghasilannya, semakin cepat pula peluang untuk keluar dari jeratan hutang terbuka lebar.
Baca juga: Mindset Baru Soal Pay Later Menurut CEO Big Alpha: Itu Alat Bayar, Bukan Alat Hutang!
Langkah paling realistis adalah mulai membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.
Gunakan uang tunai atau debit untuk pengeluaran harian agar lebih terkontrol, buat daftar prioritas kebutuhan, dan hindari kebiasaan belanja impulsif hanya karena diskon besar atau tren sesaat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Consolidatedcreditcanada.ca