Ilustrasi cara mengelola keuangan dengan bijak (Freepik)
INDOZONE.ID - Setelah momen Ramadhan dan Idul Fitri, banyak keluarga mulai melakukan refleksi, termasuk dalam hal keuangan.
Periode ini sering menjadi titik awal untuk mengevaluasi kembali pengeluaran, kebiasaan belanja, hingga prioritas kebutuhan sehari-hari.
Tanpa disadari, kondisi finansial keluarga tidak hanya ditentukan oleh keputusan besar, tetapi justru dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
Mulai dari memilih produk, mengatur kebutuhan rumah tangga, hingga menahan pembelian impulsif, semuanya berpengaruh pada kesehatan keuangan jangka panjang.
Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini, menekankan bahwa banyak orang sering mengabaikan keputusan kecil dalam pengelolaan uang.
Baca juga: Mengenal Soft Saving, Atur Finansial ala Gen Z yang Lebih Realistis
"Banyak orang fokus pada keputusan besar, padahal keputusan kecil sehari-hari justru paling menentukan kondisi finansial jangka panjang. Smart spending bukan tentang membatasi diri, tetapi tentang membuat pilihan yang lebih tepat," jelas Mike Rini saat ditemui di TWS House, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).
Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini. (INDOZONE/Putri Octavia Saragih)
Artinya, mengelola keuangan bukan hanya soal menabung atau investasi besar, tetapi juga soal bagaimana kita membelanjakan uang dengan sadar.
Agar keuangan keluarga lebih stabil, ada beberapa prinsip sederhana yang bisa diterapkan:
Sebelum membeli sesuatu, tanyakan apakah itu benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar keinginan sesaat.
Belanja dengan tujuan jelas, bukan karena tren atau takut ketinggalan (FOMO).
Produk yang praktis, tahan lama, dan sesuai kebutuhan bisa membantu menghemat pengeluaran dalam jangka panjang.
Gunakan momen seperti setelah Lebaran untuk mengecek kembali ke mana saja uang digunakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung