INDOZONE.ID - Punya penghasilan pas-pasan, tapi hati rindu pengin ke Tanah Suci? Santuy. Nggak perlu mikir, “Ah, gaji segini mana sempat nabung umroh.” Dengan strategi keuangan cerdas, disiplin, dan konsisten, impian umroh tetap bisa jadi nyata. Yuk simak cara praktis nabung umroh meskipun gaji UMR aja.
Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah cari tahu dulu berapa biaya umroh yang realistis sesuai gaya kamu (hotel, akomodasi, durasi, maskapai, dan lain-lain). Banyak travel umroh menetapkan paket reguler di kisaran puluhan juta rupiah.
Setelah tahu target (misalnya Rp 30 juta), tentukan jadwal kapan kamu mau berangkat—misalnya dalam 2, 3, atau 5 tahun ke depan. Dengan punya target uang dan waktu, kamu bisa hitung berapa yang harus disisihkan tiap bulan supaya tabungan berjalan realistis.
Baca juga: Tips Menabung ala Anak Muda: Biar Masa Tua Nggak Bikin Panik!
Supaya dana umroh nggak keutak-atik untuk kebutuhan harian, disarankan membuat rekening/tabungan khusus untuk umroh saja. Dengan cara ini, uang umroh nggak tercampur dengan uang makan, transportasi, belanja, dan lain-lain.
Kalau bisa, atur autodebet. Jadi tiap gajian, langsung “transfer otomatis” sebagian ke tabungan umroh. Ini bikin kamu nggak bolak-balik mikir, “Nabung nggak ya?” Tabungan dijalankan otomatis.
Kalau kamu dapat gaji UMR, daripada nunggu “sisa gaji”, lebih baik sisihkan dulu bagian untuk tabungan. Prinsip ini dikenal di dunia keuangan sebagai “pay yourself first”, artinya kamu nabung dulu baru atur pengeluaran lainnya.
Sebagai patokan, alokasikan minimal 10–20% dari penghasilan bulanan ke tabungan umroh. Banyak saran keuangan bilang bahwa pada pendapatan kecil sekalipun, disiplin menyisihkan sebagian bisa bikin impian besar tetap achievable.
Kalau penghasilan terbatas, penting banget membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Mulailah dari hal kecil, misalnya bawa bekal daripada makan di luar, kurangi nongkrong, kurangi belanja impulsif, atau skip langganan yang nggak penting.
Dengan gaya hidup yang lebih sederhana, dana “kelebihan” bisa dialihkan ke tabungan umroh. Konsistensi hemat sering kali lebih efektif ketimbang penghasilan besar tapi gaya hidup boros.
Ilustrasi Ide Kerja Receh tapi Cuan Gila. (Foto: Freepik @Freepik)
Selain nabung rutin dan hemat, kamu bisa mempertimbangkan mencari sumber penghasilan tambahan. Entah itu kerja sampingan, freelance, atau usaha kecil-kecilan, hasil dari situ bisa disimpan untuk umroh. Dengan income tambahan, tiap bulan dana tabungan bisa lebih besar sehingga target umroh bisa lebih cepat tercapai.
Menabung jangka panjang butuh konsistensi dan evaluasi. Cek tiap 6–12 bulan: apakah target bulanan masih realistis? Apakah gaya hidup sudah sesuai? Kalau ekonomimu berubah, misalnya penghasilan naik atau kebutuhan bertambah—jangan ragu untuk atur ulang budget dan target tabungan. Prinsip budgeting dan saving dari literatur keuangan bilang bahwa fleksibilitas dan disiplin adalah kunci.
Misalnya kamu digaji Rp 5 juta per bulan (UMR area kamu). Kalau kamu alokasikan 15% untuk tabungan umroh, berarti Rp 750 ribu per bulan. Dalam setahun kamu sudah punya dana ±Rp 9 juta. Dalam 3 tahun (tanpa hitung bunga/investasi), kamu bisa kumpulkan sekitar ±Rp 27 juta.
Itu sudah cukup mendekati biaya paket umroh ekonomis. Kalau kamu bisa tambah pemasukan sampingan atau hidup lebih hemat, impian umroh bisa makin nyata lebih cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bca.co.id, Investopedia