Mengintip Peluang Bisnis Investigasi 'Private Investigator' di Indonesia Bersama Detektif Jubun
INDOZONE.ID - Peluang bisnis jasa penyelidikan di Indonesia memang masih terbilang jarang, tapi ternyata banyak. Salah satunya Jubun, detektif swasta sekaligus pengusaha yang memilih bisns yang nggak umum dan belum ada payung hukumnya di Indonesia.
Berawal dari memulai usahanya dalam penyewaan jasa keamanan, ia mengembangkan bisnisnya ke ranah penyelidikan prbadi dan penyedia informasi yang dibutuhkan. Mulai dari mencari bukti dalam kasus perselingkuhan, pencarian orang hilang, sampai kasus penipuan yang marak beredar.
Jubun (JB), yang mendirikan Aman Sentosa Investigation Agency sebagai bisnis utamanya serta membuka tabir dari profesinya yang sering muncul dari cerita-cerita fiksi ini kepada INDOZONE (IDZ) secara eksklusif dan tanya jawab.
Berikut cuplikan wawancara singkatnya.
Baca juga: Peluang Bisnis Unik untuk Kepala Plontos di India, Disewakan untuk Iklan: Bayaranya Lumayan
IDZ: Modal utama untuk menjsfi detektik swasta itu apa sih?
JB: Yang terpenting adalah jaringan (networking), ini bisa diperoleh dengan cara aktif berorganisasi dan bergabung di berbagai komunitas - komunitas. Perluas pergaulan, perbanyak teman dan menjalin persahabatan dengan berbagai kalangan sebanyak-banyaknya.
Jaringan (networking) ini akan sangat membantu mulai dari mendapatkan informasi hingga mendapatkan klien. Semakin luas jaringan maka semakin berpotensi mendapatkan klien. Semakin luas jaringan maka akan mempermudah juga pekerjaan dalam menyelesaikan kasus.
IDZ: Target pasar dari detektif swasta itu ke kalangan apa saja?
JB: Tergantung nih sebagai detektif apa? Ada yang hanya fokus kepada kasus perselingkuhan sehingga disebut Detektif Perselingkuhan. Nah kalau yang ini sih Target pasarnya biasanya adalah ibu - ibu. Ibu - ibu yang ingin memastikan kesetiaan suaminya.
Namun secara umum detektif swasta juga menyediakan jasa mencari orang, mencari aset, dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan klien. Kalau yang ini Target pasarnya lebih meluas: pengacara, perusahaan, perorangan, dan lain sebagainya.
Baca juga: Profil Pengusaha Milenial Raymond Chin, Inspirasi Buat Kamu yang Mau Jadi Bos Sejak Muda
Berhubung harga yang tidak murah, biasanya yang menggunakan jasa detektif swasta ini adalah kalangan berkantong tebal. Kalangan dari ekonomi menengah ke atas.
IDZ. Benarkah profesi detektif swasta itu bermain jasa penyedia informasi?
JB: Ada yang hanya menyediakan jasa surveillance saja yaitu dengan cara mengikuti sehari-hari.
Ada juga dalam lingkup yang lebih luas yaitu menyediakan berbagai informasi hingga bukti - bukti yang dibutuhkan kliennya. Informasi - informasi itu bisa diperoleh dengan berbagai cara mulai dari pendekatan di lapangan.
Ada sih banyak trik dan cara yang telah saya bagikan dalam buku saya yang berjudul "Seni Membaca Rahasia Manusia".
IDZ: Prakteknya seperti apa?
JB: Salah satu contohnya adalah bergabung di klub kebugaran yang biasa menjadi tempat nongkrong Target. Lakukan pendekatan dengan Personal Trainer dan bisa menggali informasi sedalam-dalamnya hingga tahu siapa selingkuhan Target, kencannya dimana, dan lain sebagainya.
Biasanya Personal Trainer, Supir pribadi, pembantu rumah tangga, satpam apartemen, itu paling banyak tahu dan memiliki banyak informasi penting. Jadi memang bisa dikatakan bahwa profesi detektif swasta itu lebih bermain ke jasa informasi, dalam arti menyediakan informasi - informasi yang dibutuhkan klien.
IDZ: Apa yang diminati para klien Aman Sentosa yang tidak didapatkan di bisnis jasa investigasi lainnya?
JB: Satu-satu nya yang diminati adalah identitas saya sangat jelas. Saya menggunakan identitas asli. Medsos saya bisa di akses oleh publik dan semua kegiatan saya beserta keluarga saya bisa dilihat di sana. Saya sendiri juga sering menjadi nara sumber di berbagai media secara terbuka.
Baca juga: 6 Alasan Mengapa Banyak Orang Gagal Saat Memulai Bisnisnya
Saya juga mengajar di beberapa lembaga keuangan. Semua itu dipublikasikan. Artinya saya orangnya jelas dan bisa diakses oleh publik. Itu salah satu hal yang paling diminati oleh klien khususnya klien yang memiliki kerahasiaan tinggi yang harus dijaga. Kan tidak mungkin percayakan rahasianya kepada orang yang tidak jelas.
IDZ: Bagaiama cara meyakinkan pelanggan yang menggunakan jasa investigasi Pak Jubun tentang bisnis investigasi yang belum ada payung hukunya di Indonesia?
JB: Saya menjelaskan bahwa istilah detektif hanyalah sebuah penyebutan. Berbeda dengan detektif di luar negeri yang berpistol, dalam arti memiliki kewenangan seperti polisi. Saya mengatakan bapak atau ibu juga bisa melakukan kegiatan investigasi ini dengan sendiri namun mungkin Anda tidak punya banyak waktu luang ya karena berbagai kesibukan. Jadi Anda bisa percayakan kepada saya.
Tidak ada salahnya mencari tahu sesuatu hal. Seingat saya ketika masih remaja masa-masa sekolah kan melakukan kegiatan seperti detektif juga ketika hendak mencari informasi siapa ya yang membocorkan kepada guru kelas bahwa kami ini ada yang ngumpatin rotan (rotan yang digunakan untuk menghukum siswa).
Nah jika seandainya kita meminta bantuan kepada seseorang untuk mencari anak kita yang kabur dari rumah. Saya rasa ini tidak salah. Demikian saya memberikan pemahaman kepada klien bahwa istilah detektif di Indonesia hanya sebuah penyebutan saja.
Baca juga: Bisnis UMKM Berkembang Pesat karena Banyak Pilihan Kemudahan
IDZ. Apa saja produk jasa yang ditawarkan?
JB: Produk jasa saya juga lebih meluas termasuk jasa ungkap perselingkuhan (bukan hanya dengan cara surveillance saja), mencari orang hilang, menyelidiki latar belakang seseorang, mencari aset, dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan klien.
Selain jasa investigasi, saya juga menyediakan jasa bantuan hukum. Saya juga berkolaborasi dengan detektif di luar negeri untuk pengungkapan kasus manca negara.
IDZ: Tarifnya?
JB: Bervariasi tergantung pada kompleksitas kasus, durasi penyelidikan, dan lokasi investigasi. Kasus ringan, seperti pemantauan aktivitas pasangan di perkotaan, biasanya berkisar antara Rp5 juta hingga Rp20 juta per minggu, sementara kasus yang lebih kompleks seperti pelacakan lintas kota atau investigasi bisnis bisa mencapai Rp50 juta hingga lebih dari Rp100 juta.
Mengenai biaya, saya tidak kenakan tarif yang mahal bahkan saya juga bersedia dan sering membantu orang-orang yang tidak mampu membayar. Semua hal bisa dibicarkan.
Bukan hanya keuntungan saja yang dicari. Ada nurani, empati, dan rasa kemanusiaan juga.
IDZ: Bagaimana prospek bisnis investigasi dan informasi ke depannya?
JB: Prospek ke depan masih sangat bagus karena banyaknya kebutuhan. Saya melihat sekarang penyedia jasa ini tidak terlalu banyak. Di internet memang banyak bermunculan namun yang benar2 profesional sih tidak lebih dari 3 agency.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara