INDOZONE.ID - Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tengah berlangsung dan menjadi agenda penting bagi para pelaku usaha di Indonesia.
Bagi pelaku usaha yang belum mengisi kuesioner secara online, petugas BPS saat ini melakukan pendataan langsung ke lokasi usaha. Karena itu, banyak pemilik bisnis yang mulai bertanya-tanya, data apa saja yang akan ditanyakan selama proses sensus berlangsung?
Baca juga: Manfaatkan Peluang, Kuliner Jepang Berkualitas Hadir Berkonsep Street Food dengan Tetap Cuan
Agar tidak bingung saat didatangi petugas, berikut daftar pertanyaan dalam Sensus Ekonomi 2026 yang perlu diketahui.
11 Pertanyaan yang Umum Diajukan dalam Sensus Ekonomi 2026
Berikut beberapa informasi yang biasanya diminta oleh petugas BPS saat melakukan pendataan usaha.
1. Nama Usaha
Petugas akan meminta nama usaha atau perusahaan yang dijalankan sebagai identitas utama dalam pendataan.
Pastikan nama yang diberikan sesuai dengan nama usaha yang digunakan sehari-hari atau yang tercantum dalam dokumen legal usaha.
2. Jenis Usaha yang Dijalankan
Pelaku usaha juga akan diminta menjelaskan bidang usaha yang ditekuni. Misalnya:
- Perdagangan
- Jasa
- Industri pengolahan
- Konstruksi
- Transportasi
- Akomodasi dan kuliner
- Sektor usaha lainnya
Data ini membantu BPS memetakan sektor ekonomi yang berkembang di Indonesia.
Baca juga: 6 Venture Capital Paling Aktif di Indonesia yang Bisa Bikin Startup Naik Kelas
3. Alamat atau Lokasi Usaha
Informasi lokasi usaha diperlukan untuk mengetahui persebaran aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Karena itu, petugas biasanya akan mencatat alamat lengkap tempat usaha beroperasi.
4. Tahun Mulai Beroperasi
Data ini digunakan untuk melihat usia usaha serta perkembangan bisnis dari waktu ke waktu.
5. Nomor Induk Berusaha (NIB)
Jika usaha sudah memiliki legalitas, petugas akan meminta informasi mengenai Nomor Induk Berusaha atau NIB. Data ini membantu mengidentifikasi status legal dan administrasi usaha yang bersangkutan.
Baca juga: Apa Fungsi COGS dalam Laporan Keuangan Bisnis? Simak Penjelasannya
6. Kegiatan dan Produk Utama
Petugas juga akan menanyakan aktivitas utama usaha beserta produk atau jasa yang menjadi sumber pendapatan terbesar. Contohnya:
- Menjual makanan dan minuman
- Produksi pakaian
- Bengkel kendaraan
- Layanan transportasi
7. Jumlah Tenaga Kerja
Informasi mengenai jumlah pekerja menjadi salah satu data penting dalam sensus ekonomi. Data ini digunakan untuk melihat kontribusi sektor usaha terhadap penyerapan tenaga kerja.
8. Jaringan atau Struktur Usaha
BPS juga mengumpulkan informasi mengenai bentuk jaringan usaha yang dimiliki. Misalnya:
- Kantor pusat
- Cabang usaha
- Anak perusahaan
- Waralaba
- Bentuk kemitraan lainnya
Baca juga: Era Belanja Tanpa Tunai, Transaksi Digital Jadi Andalan di Jakarta Fair Kemayoran 2026
9. Nilai Pengeluaran Usaha
Pelaku usaha kemungkinan diminta memberikan gambaran mengenai biaya operasional yang dikeluarkan. Contohnya:
- Pembelian bahan baku
- Gaji karyawan
- Biaya listrik dan internet
- Sewa tempat usaha
- Pengeluaran operasional lainnya
10. Nilai Produksi, Penjualan, atau Pendapatan
Selain pengeluaran, petugas juga akan menanyakan informasi mengenai hasil usaha. Informasi ini menjadi salah satu indikator penting dalam menggambarkan kondisi perekonomian nasional.
11. Penerapan Ekonomi Hijau
Salah satu hal yang cukup menarik dalam SE 2026 adalah adanya pendataan terkait praktik ekonomi hijau.
Baca juga: Tertarik Pinjaman Tanpa BI Checking? Ketahui Risikonya Sebelum Mengajukan
Jika usaha kamu masuk dalam sasaran pendataan SE 2026, pastikan menyiapkan data-data dasar seperti identitas usaha, jumlah tenaga kerja, serta gambaran pendapatan dan pengeluaran agar proses sensus dapat berjalan lebih cepat dan lancar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan