INDOZONE.ID - Industri kuliner Indonesia terus berkembang dengan berbagai inovasi untuk memenuhi selera masyarakat yang beragam.
Di tengah dominasi menu berbasis nasi dan mi yang tetap menjadi favorit, muncul tren baru di mana konsumen tidak hanya mencari makanan yang lezat, tetapi juga pengalaman bersantap yang nyaman dengan harga yang tetap ramah di kantong.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menghadirkan konsep kuliner yang mampu menggabungkan kualitas premium dengan aksesibilitas yang lebih luas.
Salah satu peluang itu dibaca oleh Rama Aditya melalui pengembangan konsep makanan Jepang yang mengusung kualitas restoran dengan pendekatan street food.
Menurut Rama, masih banyak konsumen yang ingin menikmati hidangan Jepang berkualitas tanpa harus datang ke restoran premium.
Kesenjangan antara kebutuhan pasar dan pilihan yang tersedia inilah yang kemudian menjadi dasar lahirnya merek Kanemura di bawah naungan PT Infiniti Kane Nusantara.
Baca juga: Teknologi Dapur Makin Canggih, Bisnis Kuliner Mulai Tinggalkan Cara Manual!
Sebelum terjun penuh ke industri kuliner, Rama memiliki pengalaman sebagai konsultan bisnis pada periode 2018 hingga 2021. Ia juga pernah menjabat sebagai Vice President Director di PT Nirada Jaya Nastari hingga 2022.
Pengalaman tersebut membantunya memahami pola konsumsi masyarakat sekaligus melihat peluang bisnis yang masih terbuka lebar.
Dari hasil pengamatannya, makanan jalanan Jepang atau Japanese street food dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia apabila disajikan dengan kualitas yang konsisten dan cita rasa yang sesuai dengan preferensi pasar lokal.
"Bisnis ini diluncurkan untuk memenuhi pasar yang ingin menikmati konsep street food namun memiliki kualitas yang memenuhi standar restoran Jepang," ujar Rama.
Ia menilai masyarakat Indonesia semakin terbuka terhadap kuliner internasional, termasuk makanan Jepang. Namun, faktor harga dan aksesibilitas masih menjadi pertimbangan utama bagi banyak konsumen.
Karena itu, konsep yang diusung Kanemura berfokus pada penyajian menu Jepang dengan harga yang lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas bahan baku maupun rasa yang ditawarkan.
Meski demikian, membangun konsep tersebut bukan tanpa tantangan. Salah satu hambatan terbesar pada tahap awal adalah memperkenalkan gagasan bahwa makanan Jepang autentik dapat menjadi pilihan santapan sehari-hari yang mudah dijangkau berbagai kalangan.
Baca juga: UNOX Andalkan Data dan Kolaborasi Sebagai Strategi Bisnis untuk Tingkatkan Profit Industri Kuliner!
Menurut Rama, edukasi pasar menjadi langkah penting agar konsumen memahami bahwa kualitas makanan Jepang tidak selalu identik dengan harga mahal.
Melalui proses riset, penyesuaian menu, dan pemahaman terhadap selera lokal, konsep tersebut perlahan mendapatkan respons positif dari masyarakat.
Perkembangan tren kuliner global yang semakin mudah diakses melalui media sosial juga turut mendukung meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan Jepang.
Kondisi ini membuat peluang bisnis di segmen tersebut semakin terbuka bagi pelaku usaha yang mampu menghadirkan kombinasi antara kualitas, harga, dan pengalaman bersantap yang sesuai dengan kebutuhan konsumen modern.
Dengan mengusung konsep street food berkualitas restoran, Rama berharap dapat menghadirkan alternatif kuliner Jepang yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperluas pilihan makanan internasional yang terjangkau di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: