INDOZONE.ID - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat produk fesyen dan aksesori Indonesia meraih potensi transaksi sebesar 1 juta dolar AS, atau sekitar Rp17 miliar dalam ajang Pop Up Store Kobe Jepang 2026.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, capaian tersebut menunjukkan daya saing produk kreatif Indonesia yang semakin kuat di pasar Jepang.
“Potensi transaksi yang diraih juga menunjukkan produk Indonesia semakin diterima dan mampu bersaing di pasar global, khususnya di segmen yang menuntut kualitas dan desain tinggi,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Potensi transaksi ini direalisasikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Dan Liris dari Indonesia dan Bee-First Co., Ltd dari Jepang.
Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Fajarini Puntodewi, Konsul Jenderal RI di Osaka John Tjahjanto secara daring, serta Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Osaka Didit Akhdiat Suryo secara langsung.
Baca juga: Komoditas Ekspor Indonesia, Ini Sektor Unggulan Penyumbang Devisa Negara
Menurut Puntodewi, partisipasi Indonesia dalam ajang ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat citra produk fesyen dan aksesori Indonesia di Jepang.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Kemendag melalui ITPC Osaka bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka.
Sebanyak 16 jenama Indonesia turut ambil bagian melalui Paviliun Indonesia dengan menampilkan berbagai produk seperti aksesori, perhiasan, dan pakaian.
Kepala ITPC Osaka Didit Akhdiat Suryo menilai pendekatan promosi yang terintegrasi menjadi kunci dalam menembus pasar Jepang.
“Melalui promosi terintegrasi Pop Up Store, kami memperkenalkan produk Indonesia yang berkualitas dengan pendekatan yang menekankan storytelling dan koneksi emosional dengan konsumen Jepang. Langkah ini menjadi kunci memperkuat penetrasi produk Indonesia di pasar Jepang,” jelas Didit.
Baca juga: Ekspor Baju Indonesia USD12 Miliar, Menperin: Ini Baru Pemanasan
Jepang sendiri merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 32,08 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor Indonesia sebesar 17,61 miliar dolar AS.
Di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), Jepang menjadi tujuan ekspor terbesar kedua dengan nilai mencapai 1,02 miliar dolar AS atau 8,53 persen dari total ekspor nasional.
Tren positif ini juga berlanjut pada awal 2026, di mana ekspor TPT periode Januari–Februari tercatat sebesar 180 juta dolar AS atau meningkat 3,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Produk yang diekspor ke Jepang meliputi pakaian jadi, kain, benang, serat sintetis, hingga berbagai produk kreatif fesyen dan interior.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA