Minggu, 19 APRIL 2026 • 15:20 WIB

Rasio Solvabilitas Itu Apa? Ini Fungsi dan Cara Hitung Simpelnya

Author

ilustrasi analisi bisnis dengan Rasio Solvabilitas (Freepik)

INDOZONE.ID - Pernah dengar istilah rasio solvabilitas tapi masih bingung artinya? 

Padahal, konsep ini penting banget untuk melihat apakah sebuah perusahaan benar-benar sehat secara keuangan.

Lewat rasio ini, kamu bisa tahu seberapa kuat bisnis yang dimiliki perusahaan dalam membayar utangnya.

Nah, biar nggak makin bingung, yuk pahami fungsi dan cara hitungnya dengan cara yang simpel berikut ini. 

Apa itu Rasio Solvabilitas?

Rasio solvabilitas adalah ukuran untuk melihat seberapa mampu sebuah perusahaan membayar seluruh utangnya, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Sederhananya, rasio ini membantu menilai apakah kondisi keuangan perusahaan cukup  sehat untuk menanggung kewajiban yang dimiliki.

Biasanya, perusahaan akan menggunakan aset yang dimiliki, seperti menjual atau menjadikannya jaminan, untuk melunasi utang.

Namun, jika kemampuan ini menurun, risiko yang muncul bukan main-main, yaitu operasional bisa terganggu dan dalam kondisi terburuk, perusahaan bisa berujung pada kebangkrutan.

Manfaat Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas bukan cuma penting buat investor, tapi juga membantu perusahaan memahami kondisi keuangannya sendiri. Beberapa manfaat lainnya, yaitu: 

Baca juga: 6 Cara Bikin Investor Percaya Biar Mau Kasih Modal ke Bisnismu

  • Membantu melihat kemampuan perusahaan dalam membayar utang beserta bunganya.
  • Menilai keseimbangan antara aset dan modal yang dimiliki.
  • Mengetahui seberapa besar aset yang dibiayai oleh utang.
  • Mengidentifikasi aset yang bisa dijadikan jaminan untuk utang jangka panjang.
  • Memberikan gambaran singkat tentang kondisi keuangan perusahaan.
  • Menilai posisi dan daya saing perusahaan di industrinya.
  • Menunjukkan kesehatan neraca keuangan secara keseluruhan.
  • Membantu mengurangi risiko kredit yang mungkin terjadi.
  • Mempengaruhi kepercayaan investor dan kreditur terhadap perusahaan.

Rumus Rasio Solvabilitas

Agar lebih mudah memahaminya, berikut beberapa jenis rasio solvabilitas yang umum digunakan.

1. Debt to Asset Ratio (D/A)

Rasio ini digunakan untuk melihat seberapa besar utang dibandingkan dengan total aset perusahaan.

Rumus: D/A = Total Utang / Total Aset

Semakin kecil nilainya, semakin sehat kondisi keuangan perusahaan.

Baca juga: 6 Cara Pemasaran Ampuh, Bikin Bisnis Kecil Kamu Makin Cepat Berkembang!

Contohnya, jika utang Rp250 juta dan aset Rp500 juta, maka hasilnya 0,5. Artinya, perusahaan masih cukup aman dalam membayar utangnya.

2. Debt to Capital Ratio (D/C)

Rasio ini menunjukkan seberapa besar utang dibandingkan dengan total modal perusahaan.

Rumus: D/C = Total Utang / (Total Utang + Modal)

Misalnya, utang Rp500 juta dan modal Rp800 juta, hasilnya sekitar 0,4 atau 40%. Ini berarti struktur keuangan perusahaan masih tergolong stabil. 

3. Debt to Equity Ratio (D/E)

Rasio ini membandingkan total utang dengan ekuitas (modal sendiri).

Rumus: D/E = Total Utang / Total Ekuitas

Sebagai gambaran, jika utang Rp400 juta dan ekuitas Rp650 juta, hasilnya sekitar 0,6. Nilai ini masih tergolong aman karena belum melewati batas ideal.

4. Interest Coverage Ratio

Rasio ini digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam membayar bunga utang dari laba yang dimiliki.

Rumus: Interest Coverage Ratio = Laba sebelum bunga & pajak / Total bunga utang

Contohnya, jika laba Rp300 juta dan bunga utang Rp150 juta, hasilnya 1,5. Artinya, perusahaan masih mampu menutup beban bunga dari laba yang dihasilkan.

Itu dia mengenai rasio solvabilitas yang berguna bagi bisnis kamu. Semoga berhasil ya! 

 
 

 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Indeed

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU