Selasa, 14 APRIL 2026 • 18:10 WIB

Program BERBISIK Dorong Inklusi Sosial dan Kemandirian Warga Balongan

Author

Masyarakat di sekitar kawasan Balongan kini tengah didorong untuk lebih berdaya melalui penguatan inklusi sosial.

INDOZONE.ID - Masyarakat di sekitar kawasan Balongan kini tengah didorong untuk lebih berdaya melalui penguatan inklusi sosial

Melalui program kolaboratif bernama BERBISIK, warga setempat diajak untuk berinovasi dan menghasilkan karya secara inklusif, guna memastikan keberadaan industri di wilayah tersebut memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan sosial dan ekonomi sekitar.

"Meski namanya seakan terdengar pelan dan sunyi, BERBISIK justru membawa pesan yang lantang mengenai kesetaraan, kemandirian ekonomi dan inovasi lingkungan,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun.

Baca juga: Pelestarian Ikan Belida Berbuah Manis, Ekonomi Warga Ikut Tumbuh

Sebagai bentuk pengembangan dari program tahun 2024, BERBISIK kini beralih dari sekadar pusat kolaborasi menjadi jalur inklusi yang berkelanjutan (Inclusive Pathway). 

Wadah ini berfungsi sebagai pemersatu berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan solusi lintas sektor yang lebih matang, dengan tujuan akhir mewujudkan lingkungan yang mandiri dan memiliki arah keberlanjutan yang jelas.

Gagasan ini muncul guna mengatasi permasalahan ekonomi, sosial dan lingkungan di Indramayu, utamanya di wilayah Desa Balongan, Kelurahan Lemahmekar dan Kelurahan Karangmalang, yang letaknya tak jauh dari Kilang Balongan. 

Menurut Roberth, problem sosial yang muncul disana antara lain keterbatasan akses pendidikan dan pekerjaan yang layak untuk kawan difabel tunarungu hingga masalah sampah dan lingkungan.

Program BERBISIK dimulai dengan pengembangan keahlian dasar (basic skill). Pada tahap ini kepercayaan diri dan keterampilan fundamental masyarakat difabel dan non-difabel dibangun. 

Tak hanya itu, tahap selanjutnya adalah memandu pesertanya hingga tahap professional, kewirausahaan, hingga advokasi kebijakan pemerintah. 

"Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima manfaat sesaat, tetapi memiliki kesempatan untuk tumbuh secara berkelanjutan,” tutur Roberth.

Pemberdayaan yang diusung dalam inisiatif ini menitikberatkan pada pengakuan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. 

Kelompok difabel dan non-difabel didorong untuk menjadi subjek yang mengelola pembangunan sosial di lingkungannya. 

Sisi inklusivitas juga diperkuat dengan berdirinya Kedai Kopi Teman Istimewa, sebuah wadah bagi kawan tunarungu untuk mengasah keterampilan profesi dan meningkatkan kepercayaan diri di ruang publik yang setara.

Roberth menjelaskan, dalam aspek sosial, program ini telah memberdayakan masyarakat yang masuk dalam kelompok rentan. 

Diantaranya, 155 penyandang difabel, 11 warga kurang mampu, 32 perempuan, lansia, anak-anak yang rawan sosial dan ekonomi, serta 55 warga binaan di Lapas Kelas IIB Indramayu.

Baca juga: Harga Plastik Naik, Pramono Dorong Inovasi dan Kembali ke Kemasan Tradisional

Dari aspek ekonomi, program BERBISIK mencatatkan pencapaian yang luar biasa. Penjualan produk hasil olahan solidifikasi sampah plastik (peristaltik) program ini meraih omzet lebih dari Rp270 juta per tahun. 

Program BERBISIK juga merupakan program inovasi sosial yang berhasil menggantarkan Kilang Balongan meraih Proper Emas tahun 2025. Proper emas ini merupakan proper emas ke 8.

"Inovasi dan kolaborasi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga dalam program BERBISIK telah menumbuhkan kesetaraan dan kemandirian ekonomi warga Desa Balongan. Masyarakat yang sebelumnya melwati hari dengan ketidakpastian, kini tersenyum lebar sambil menatap optimis masa depan,” pungkas Roberth.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU