INDOZONE.ID - Bagi sebagian orang, upselling sering dianggap trik jualan yang bikin pelanggan risih. Padahal, kalau dilakukan dengan cara yang tepat, justru bisa meningkatkan pengalaman belanja jadi lebih menyenangkan.
Kuncinya bukan sekadar menawarkan lebih banyak produk, tapi bagaimana membuatnya terasa relevan dan natural.
Cara Upselling yang Bikin Pelanggan Nambah Orderan
Biar nggak terkesan maksa, ada beberapa teknik upselling yang bisa kamu terapkan dengan lebih halus berikut informasi lengkapnya.
Baca juga: Apa Itu Pembiayaan Modal Kerja? Ini Penjelasannya Lengkap dengan Cara Mendapatkannya
1. Tawarkan Produk Pelengkap yang Relevan
Upselling yang terasa natural selalu berawal dari pemahaman produk. Saat pelanggan membeli menu utama, kamu bisa menawarkan pelengkap yang memang cocok dan saling melengkapi.
Misalnya, latte dengan croissant atau muffin untuk teman sarapan. Kuncinya ada di cara menyampaikan.
Kamu bisa jelaskan manfaat atau sensasi dari produk tambahan secara ringan, seperti tekstur renyah atau aroma yang menggugah.
Dengan begitu, tawaran terasa membantu, bukan sekadar jualan tambahan.
2. Gunakan Storytelling untuk Menarik Perhatian
Cerita bisa membuat produk terasa lebih hidup dan berkesan. Daripada sekadar menawarkan menu, coba sisipkan cerita singkat, misalnya tentang minuman edisi terbatas atau bahan pilihan yang digunakan.
Pendekatan ini membuat pelanggan merasa mendapatkan pengalaman, bukan hanya membeli produk.
Upselling pun jadi lebih halus karena fokusnya pada nilai dan cerita, bukan sekadar harga.
3. Berikan Pilihan, Bukan Paksaan
Pelanggan cenderung menolak jika merasa ditekan untuk membeli lebih.
Sebaliknya, berikan beberapa opsi yang relevan dan biarkan mereka memilih sesuai kebutuhan.
Misalnya, tawarkan ukuran lebih besar atau paket combo tanpa memaksa.
Cara ini membuat pelanggan tetap merasa punya kendali, sehingga keputusan membeli datang secara sukarela.
4. Gunakan Visual yang Menggoda
Tampilan visual yang menarik bisa jadi “senjata” upselling yang efektif.
Kamu bisa foto menu yang menggugah selera atau display produk yang rapi bisa langsung menarik perhatian tanpa perlu banyak penjelasan.
Visual juga membantu membangun persepsi kualitas.
Saat produk terlihat menarik dan premium, pelanggan akan lebih tertarik untuk mencoba tanpa merasa didorong secara berlebihan.
5. Manfaatkan Momen yang Tepat
Timing memegang peran penting dalam upselling.
Tawarkan produk tambahan di momen yang pas, seperti saat pelanggan menunggu pesanan atau sedang melihat menu.
Baca juga: 5 Cara Jualan di Facebook Marketplace Biar Cepat Laku, Pemula Wajib Tahu!
Dengan timing yang tepat, tawaran terasa lebih alami dan tidak mengganggu.
Pelanggan pun lebih terbuka menerima rekomendasi karena disampaikan di situasi yang relevan.
6.Berikan Pilihan Paket Bundling yang Terasa Lebih Hemat
Alih-alih menawarkan produk tambahan satu per satu, kamu bisa menyusunnya dalam bentuk paket bundling yang terlihat lebih praktis dan menguntungkan.
Misalnya, daripada hanya menjual kopi, kamu bisa menawarkan paket “sarapan hemat” yang sudah termasuk kopi dan pastry dengan harga sedikit lebih murah dibanding beli satuan.
Strategi ini bikin pelanggan merasa mendapatkan value lebih tanpa harus mikir panjang.
Selain itu, bundling juga membantu mereka mengambil keputusan lebih cepat karena opsinya sudah diringkas.
Tanpa terasa, nilai transaksi pun ikut meningkat dengan cara yang tetap nyaman bagi pelanggan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Getrecharge.com