INDOZONE.ID - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat lonjakan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan mencapai puncaknya pada H+1 Lebaran 1447 H. Secara keseluruhan, pertumbuhan kunjungan selama periode libur Idulfitri tahun ini diproyeksikan menembus dua digit.
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menyebut rata-rata kenaikan kunjungan berada di kisaran 10-15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan ini didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat setelah hari pertama Lebaran serta aktivitas silaturahmi yang semakin intens.
Menurut Alphonzus, tren belanja masyarakat juga mengalami perubahan selama momen Lebaran.
“Pola belanja berubah menjelang Idulfitri dan pada saat libur Idulfitri di mana masyarakat akan cenderung berbelanja produk makanan dan minuman (food and beverages) serta hiburan (entertainment),” ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Baca juga: Menko Airlangga: Diskon, WFA, dan Bansos Dorong Ekonomi di Momentum Lebaran
Fenomena ramainya pusat perbelanjaan turut dirasakan langsung oleh pengunjung. Hasnah (18 tahun), yang datang bersama orang tuanya ke Pondok Indah Mall (PIM) Jakarta, mengaku memilih menghabiskan libur Lebaran di mal karena tidak mudik tahun ini.
“Biasanya kami ke luar kota, ke Bandung. Tapi tahun ini ingin suasana berbeda, jadi ke mal saja karena lebih dekat,” katanya.
Ia mengaku sempat mengira suasana mal akan lebih lengang selama periode mudik. Namun, kenyataannya justru di luar perkiraan.
“Aku kira bakal sepi karena banyak yang mudik, ternyata ramai banget sampai desak-desakan di skywalk,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Yanti (48 tahun), yang menyebut kunjungan ke mal kini menjadi salah satu alternatif aktivitas keluarga saat Lebaran, selain bersilaturahmi.
“Tadi juga sempat ke rumah saudara, tapi memang kami sisihkan waktu untuk jalan-jalan ke mal,” katanya.
Ia juga mengakui pengeluaran cenderung meningkat pada momen ini. “Biasanya kami siapkan anggaran sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta untuk belanja,” ujar Yanti.
Pengunjung lain, Fitria (29 tahun), memanfaatkan momen H+1 Lebaran untuk berkumpul bersama keluarga di pusat perbelanjaan. Ia datang bersama anak, ibu, dan adiknya untuk menghadiri pertemuan keluarga.
“Jadi kebetulan ada acara keluarga, ketemu pihak besan. Dipilihnya di mal supaya nggak merepotkan kalau harus ke rumah,” katanya.
Baca juga: 5 Strategi Jual Cepat Stok Lebaran, Biar Nggak Numpuk dan Tetap Cuan
Menurut Fitria, kunjungan ke mal saat Lebaran bukan kebiasaan rutin, melainkan menyesuaikan kebutuhan. Ia pun mengaku terkejut dengan tingginya jumlah pengunjung. “Awalnya kirain sepi karena Lebaran, ternyata ramai banget,” ujarnya.
Selain bersilaturahmi, aktivitas di mal diisi dengan makan bersama dan berjalan-jalan. Dari sisi pengeluaran, ia menyebut biaya selama Lebaran memang cenderung lebih besar dibanding hari biasa, meski masih sesuai perencanaan.
“Kalau Lebaran memang lebih boros karena banyak kebutuhan tidak terduga, tapi karena ada THR jadi masih bisa diimbangi,” katanya.
Fitria menambahkan, keluarganya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 juta sebelum Lebaran dan Rp1,5 juta setelah Lebaran.
“Tahun ini mungkin pengeluaran lebih besar karena ada acara keluarga, tapi sebelumnya sudah dialokasikan, jadi insya Allah masih sesuai rencana,” ujarnya.
Dengan tren kunjungan yang meningkat dan pola belanja yang bergeser, pusat perbelanjaan tetap menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga selama libur Lebaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA