Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 15:40 WIB

Apa Itu Market Share? Ini Penjelasan, Cara Hitung, dan Contohnya Biar Auto Paham!

Author

ilustrasi marketshare (freepik)

INDOZONE.ID - Dalam dunia bisnis, seberapa besar jatah pasar yang berhasil kamu kuasai bisa menentukan kuat atau tidaknya posisi brand di tengah persaingan. 

Di sinilah istilah market share jadi penting untuk dipahami, terutama bagi pelaku usaha maupun kamu yang sedang belajar bisnis.

Market share bukan sekadar angka persentase, tetapi gambaran nyata tentang seberapa besar pengaruh dan daya saing sebuah perusahaan di industrinya.

Semakin besar nilainya, semakin kuat pula posisi brand tersebut di pasar. Sayangnya, masih banyak yang mengira cara menghitungnya rumit dan membingungkan. 

Nah, bagi kamu yang masih kurang paham tentang market share, berikut penjelasannya.

Pengertian Market Share

Market share atau pangsa pasar adalah persentase bagian penjualan atau pendapatan yang berhasil dikuasai oleh suatu perusahaan atau merek dalam sebuah industri, dalam periode waktu tertentu.

Sederhananya, market share menunjukkan seberapa besar porsi kue pasar yang dimiliki sebuah bisnis dibandingkan para pesaingnya.

Konsep ini penting karena digunakan untuk melihat kekuatan, posisi, dan tingkat dominasi suatu perusahaan di pasar yang sama.

Semakin besar market share, semakin kuat pula pengaruh bisnis tersebut dalam industrinya.

Jenis-jenis Market Share

Setelah memahami pengertian  market share, kini saatnya mengenal jenis-jenisnya agar gambaran tentang pangsa pasar makin jelas. Berikut jenis-jenisnya.

Baca juga: Market Cap Saham Itu Apa Sih? Ini Fungsi dan Klasifikasi yang Pemula Harus Paham

Common Market Share 

Ini adalah kondisi saat semua perusahaan dalam satu industri saling bersaing untuk memperebutkan konsumen yang sama.

Untuk memenangkan jenis ini, perusahaan harus menyusun strategi penjualan dan pemasaran yang kuat agar mampu unggul dan mendominasi kompetitor.

Preferred Market Share 

Jenis market share ini adalah pangsa pasar yang diperoleh melalui proses merger atau akuisisi.

Misalnya, PT A menguasai 15% pasar dan PT B memiliki 7,5%. Ketika PT A mengakuisisi PT B, total pangsa pasar yang dikuasainya bertambah menjadi 22,5%.

Mutual Fund Market Share

Merujuk pada pembagian pangsa pasar berdasarkan kepemilikan saham investor.

Contohnya, jika kamu memiliki 5% saham di 10 perusahaan transportasi online, dan seluruh perusahaan tersebut menguasai 80% pasar industri, maka secara tidak langsung kamu memiliki 4% pangsa pasar di industri tersebut.

Cara Menghitung Market Share

Setelah memahami jenis-jenisnya, kini kamu bisa masuk ke cara menghitung market share. Rumusnya sebenarnya cukup sederhana, yaitu:

Market Share = (Pendapatan Perusahaan / Total Pendapatan Industri) × 100%

Artinya, kamu hanya perlu membandingkan pendapatan perusahaan dengan total pendapatan seluruh industri dalam periode yang sama, lalu mengalikannya dengan 100 persen.

Misalnya, pada tahun 2020 perusahaan kamu memperoleh pendapatan sebesar Rp37.500.000, sementara total pendapatan industri mencapai Rp355.000.000. Maka perhitungannya adalah:

(37.500.000 / 355.000.000) × 100% = 10,56%

Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa perusahaan kamu menguasai 10,56% pangsa pasar di industri tersebut. Angka ini bisa menjadi gambaran seberapa kuat posisi bisnis kamu dibandingkan para kompetitor.

Contoh Penerapan dalam Bisnis Minuman 

Dalam industri minuman ringan, pangsa pasar sering dihitung berdasarkan nilai pendapatan (revenue), bukan sekadar jumlah produk yang terjual.

Baca juga: Emerging Market dan Frontier Market, Simak Perbedaan dan Peluangnya

Misalnya, total perputaran uang di pasar minuman soda suatu negara mencapai Rp10 triliun per tahun.

Brand A berhasil menjual 1 miliar botol dengan harga lebih terjangkau dan memperoleh total pendapatan Rp3 triliun.

Sementara itu, Brand B menjual 500 juta botol dengan harga premium dan mencatat pendapatan Rp4 triliun.

Meski secara jumlah botol Brand A unggul, secara pendapatan Brand B justru lebih besar.

Market share Brand B mencapai 40%, sedangkan Brand A hanya 30%. Ini menunjukkan bahwa dominasi pasar tidak selalu ditentukan oleh banyaknya produk terjual, tetapi juga oleh nilai penjualan yang dihasilkan.

Strategi Perusahaan untuk Meningkatkan Market Share

Berikut beberapa startegi perusahaan yang bisa kamu ikuti: 

Bidik Kompetitor

Mulailah dengan membidik kompetitor yang memiliki market share terbesar di industri kamu. Jadikan mereka tolok ukur sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan bisnis. Meski terlihat sulit, langkah ini membantu kamu memahami standar pasar dan mendorong perusahaan bergerak lebih agresif.

Pelajari Pemimpin Pasar

Terapkan strategi ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Pelajari cara pemimpin pasar menjalankan bisnis, mulai dari sistem kerja hingga strategi pemasaran mereka. Setelah itu, tiru konsep yang relevan dan modifikasi agar sesuai dengan karakter serta kekuatan bisnis kamu.

Ciptakan Inovasi

Ciptakan inovasi baru di industri agar bisnis memiliki pembeda yang kuat. Lakukan riset konsumen secara mendalam untuk memahami kebutuhan mereka. Dari sana, kembangkan produk atau layanan yang benar-benar memberi solusi dan belum dimiliki kompetitor.

Tetapkan Harga Kompetitif

Gunakan strategi harga yang kompetitif untuk menarik lebih banyak konsumen. Evaluasi biaya operasional dan cari peluang efisiensi agar harga produk bisa lebih bersaing. Harga yang tepat dapat membantu meningkatkan daya tarik sekaligus memperluas pangsa pasar.

Sediakan Variasi Produk

Perbanyak variasi produk untuk menjangkau lebih banyak segmen konsumen. Produk yang beragam memberi pilihan lebih luas dan meningkatkan peluang pembelian. Strategi ini juga membantu memperkuat posisi bisnis di pasar.

Tingkatkan Pelayanan

Bangun hubungan dengan konsumen loyal agar mereka terus menggunakan produk kamu. Pelayanan yang baik membuat pelanggan bertahan dan merekomendasikan produk ke orang lain. Semakin banyak rekomendasi, semakin besar peluang market share meningkat.

Tingkatkan Brand Awareness

Tingkatkan brand awareness dengan aktif berinteraksi bersama calon konsumen. Kenalkan nilai dan keunggulan produk secara konsisten agar mudah diingat. Semakin kuat brand di benak konsumen, semakin besar peluang bisnis menguasai market share.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bajajfinserv

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU