Rabu, 28 JANUARI 2026 • 09:40 WIB

BPH Migas Pangkas Kuota Pertalite dan Solar Subsidi 2026

Author

Petugas mengisi BBM jenis pertalite ke sebuah mobil di SPBU Jalan G Obos, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

INDOZONE.ID - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menetapkan penurunan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk 2026. Kuota Pertalite dipangkas 6,28 persen, sementara solar bersubsidi turun 1,32 persen.

“Kami BPH telah menetapkan penyaluran kuota JBT dan JBKP tahun 2026,” ujar Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Rabu (28/1/2026).

Untuk Jenis BBM Tertentu (JBT) minyak solar atau solar subsidi, kuota 2026 ditetapkan sebesar 18.636.500 kiloliter (kl). Angka itu lebih rendah 1,32 persen dibandingkan kuota 2025 yang sebesar 18.885.000 kl.

Baca juga: Harga BBM Turun Serentak per 1 Januari 2026, Pertamina hingga SPBU Swasta Lakukan Penyesuaian

Sementara itu, kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) atau Pertalite pada 2026 ditetapkan 29.267.947 kl. Jumlah tersebut turun 6,28 persen dari kuota 2025 yang mencapai 31.230.017 kl.

Berbeda dengan dua jenis BBM tersebut, kuota minyak tanah justru naik tipis. Untuk 2026, JBT minyak tanah menjadi 526 ribu kl, meningkat 0,19 persen dari 525 ribu kl pada 2025.

Sebelumnya, BPH Migas mencatat penghematan Rp4,9 triliun, melalui pengawasan penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak melampaui kuota APBN 2025.

Baca juga: Distribusi BBM dan LPG di Lokasi Terdampak Bencana di Aceh Mulai Lancar, SPBU Diminta Buka 24 Jam

Realisasi penyaluran solar subsidi tercatat 97,49 persen dari kuota APBN 2025. Dari pengendalian tersebut, pemerintah menghemat 473,6 ribu kl atau sekitar Rp2,11 triliun.

Penyaluran minyak tanah terealisasi 507,9 ribu kl atau 96,75 persen dari kuota 525 ribu kl. Dari sini, tercatat penghematan sekitar 17 ribu kl atau setara Rp0,12 triliun.

Adapun penghematan terbesar berasal dari Pertalite. Realisasi penyaluran Pertalite mencapai 28,06 juta kl atau 89,86 persen dari kuota APBN sebesar 31,23 juta kl.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU