Minggu, 18 JANUARI 2026 • 12:20 WIB

Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji di Wilayah Terdampak Banjir Pantura Tetap Aman

Author

Ilustrasi pasokan elpiji dari Pertamina. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

INDOZONE.ID - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta elpiji di wilayah Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati yang terdampak banjir Pantura, berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) Taufiq Kurniawan mengatakan, kepastian tersebut diberikan meski sejumlah wilayah mengalami genangan banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Ia menjelaskan, beberapa jalur suplai terdampak genangan banjir, di antaranya wilayah Trengguli di Kabupaten Demak, kawasan Kaligawe dan Pengapon di Kota Semarang, serta jalur lintas Kudus–Jepara–Juwono.

Untuk menjaga kelancaran distribusi energi, Pertamina melakukan pengaturan jalur alternatif dan penyesuaian pola pasokan.

“Kami melakukan pengaturan distribusi pada dini hari saat tidak ada kemacetan serta mengubah jalur suplai agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi meskipun terdapat kendala akibat banjir,” kata Taufiq di Semarang, dikutip Minggu (18/1/2026).

Baca juga: Distribusi BBM dan LPG di Lokasi Terdampak Bencana di Aceh Mulai Lancar, SPBU Diminta Buka 24 Jam

Ia menambahkan, Pertamina terus melakukan pemantauan dan mitigasi pasokan energi di lapangan seiring terjadinya banjir di kawasan Pantura Jawa Tengah.

Menurutnya, Pertamina memberlakukan pengaturan prioritas operasional, khususnya pada distribusi dini hari, dengan memprioritaskan mobil tangki menuju wilayah terdampak serta mengoptimalkan jalur alternatif melalui Grobogan–Mranggen untuk menghindari genangan banjir.

Selain BBM, Pertamina juga menyiapkan penambahan pasokan elpiji 3 kilogram untuk wilayah terdampak banjir, guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga.

Penambahan pasokan elpiji 3 kilogram tersebut masing-masing sebanyak 33.600 tabung untuk Kabupaten Jepara, 29.080 tabung untuk Kabupaten Kudus, dan 37.520 tabung untuk Kabupaten Pati.

“Penambahan pasokan fakultatif ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen serta mencegah terjadinya kelangkaan yang dapat dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia berharap, dengan pasokan yang mencukupi, distribusi elpiji tetap berjalan lancar dan masyarakat dapat memperoleh elpiji sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Sementara itu, Taufiq mengungkapkan terdapat beberapa SPBU di wilayah Kudus yang terdampak banjir dan harus menghentikan operasional sementara, sesuai prosedur keselamatan.

Baca juga: Pertamina EP Temukan Sumur Minyak Baru dengan Potensi 3.442 Barel

SPBU tersebut antara lain SPBU 43.593.18 di Jalan Lingkar Utara Bacin, SPBU 44.593.15 di Jalur Pantura Demak–Kudus, serta SPBU 48.595.05 di Jalan Raya Demak perbatasan Kudus–Demak.

Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat, Pertamina mengarahkan konsumen ke SPBU terdekat yang masih beroperasi sebagai lokasi alih suplai, yakni SPBU 44.593.04 Matahari di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kudus, SPBU 44.593.01 Prambatan di Jalan Raya Kudus–Jepara, SPBU 44.593.09 Hadipolo di Jalan Raya Kudus–Pati, serta SPBU 44.593.25 Rendeng di Jalan Jenderal Sudirman Kudus.

Terkait kualitas produk, Taufiq menegaskan seluruh fasilitas terdampak tidak akan dioperasikan kembali sebelum melalui pemeriksaan menyeluruh.

“Kami memastikan kualitas BBM dan elpiji tetap sesuai standar. Setiap SPBU yang terdampak banjir akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum kembali melayani masyarakat,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU