Minggu, 14 DESEMBER 2025 • 10:40 WIB

Pulihkan Mobilitas Warga, Kemen PU Genjot Pemasangan Jembatan Bailey di Aceh

Author

Prajurit TNI Kodam Iskandar Muda bersama petugas Kementerian Pekerjaan Umum menyelesaikan pembangunan jembatan bailey di Bireuen, Aceh. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

INDOZONE.ID - Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) bergerak cepat melakukan mobilisasi serta pemasangan jembatan bailey pascabencana di Aceh. 

Menteri PU Dody Hanggodo menekankan, pemulihan konektivitas menjadi fokus utama karena berpengaruh langsung terhadap kehidupan sosial dan roda ekonomi masyarakat.

"Atas arahan Bapak Presiden, seluruh sumber daya Kementerian PU bergerak maksimal untuk memastikan akses darat dapat segera pulih. Kami terus bekerja karena ini menyangkut mobilitas warga, distribusi bantuan dan aktivitas pemulihan di lapangan," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari ANTARA pada Minggu (14/12/2025).

Baca juga: TIS Teken LOI Pengembangan Kabel Laut Jakarta–Manado, Perkuat Backbone Digital Nasional

Kemen PU terus mempercepat penanganan infrastruktur jalan dan jembatan, usai bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh beberapa waktu lalu.

Sebagai upaya penanganan darurat, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) memasang jembatan bailey guna mengembalikan konektivitas antarwilayah. 

Langkah ini diambil agar distribusi logistik, layanan publik, dan pergerakan masyarakat tetap dapat berlangsung. 

Dari hasil pemetaan Kemen PU, bencana hidrometeorologi di Aceh tercatat merusak 15 jembatan pada sejumlah ruas jalan nasional. Untuk penanganan darurat, kebutuhan jembatan bailey di Provinsi Aceh ditetapkan sebanyak 18 unit. 

Dari jumlah tersebut, 8 unit telah tersedia dan terpasang di beberapa lokasi prioritas, sementara 10 unit lainnya masih dalam proses pemenuhan dan mobilisasi dari berbagai wilayah di luar Aceh.

Sebanyak 18 unit jembatan bailey diperlukan di sejumlah ruas strategis yang menghubungkan kawasan pesisir, dataran tengah, hingga wilayah pedalaman Aceh. 

Kebutuhan tersebut tersebar di wilayah Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, meliputi titik-titik seperti Teupin Mane, Alue Kulus, Weihni Enang-enang, Weihni Rongka, Timang Gajah, Weihni Lampahan, serta Jamur Ujung.

Pada lintas Aceh Tengah–Nagan Raya hingga Lhok Seumot–Jeuram, jembatan bailey diperlukan untuk memulihkan akses di Jembatan Krueng Beutong.

Selain ruas sebelumnya, kebutuhan jembatan bailey juga terpetakan di lintas Pameue–Genting Gerbang–Simpang Uning pada Jembatan Krueng Pelang, Jeurata, dan Titi Merah, serta ruas Simpang Uning–Uwaq di Jembatan Lenang. 

Di sisi lain, wilayah Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Kutacane memerlukan jembatan bailey pada Jembatan Lawe Penanggalan, Lawe Mengkudu, serta dua titik badan jalan terputus di ruas Blangkejeren–perbatasan Gayo Lues/Aceh Tenggara.

Guna melengkapi kebutuhan tersebut, Kemen PU memobilisasi jembatan bailey dari berbagai sumber.

Sebanyak 10 unit Jembatan bailey telah disiapkan, di antaranya 1 bailey Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau ke Kutacane, 6 Bailey Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, 2 Bailey dari Depo Citeureup, dan 1 Bailey BPJN Jambi.

Dukungan BUMN Karya di antaranya 5 Bailey dari Adhi Karya, 3 Bailey dari Hutama Karya dan 1 Bailey dari Nindya Karya.

Salah satu tahapan yang tengah berlangsung saat ini adalah pengiriman jembatan bailey dari Balikpapan menuju Lhokseumawe. 

Per 13 Desember 2025 pukul 09.00 Wita, di Gudang BPJN Kalimantan Timur telah dilakukan proses seleksi dan pengelompokan terhadap tiga set jembatan bailey. 

Baca juga: Limbah Sawit Disetujui Jadi Bahan Bakar Pesawat, Indonesia Komitmen Jadi Produsen

Dari jumlah tersebut, dua set telah dimuat ke delapan truk, sementara satu set lainnya sedang diberangkatkan menuju Pelabuhan Kariangau menggunakan empat truk.

Di Pelabuhan Kariangau, rangka jembatan tersebut disusun ke dalam 2 unit kontainer 40 feet dan 10 unit kontainer 20 feet.

Proses ini didukung alat-alat berat seperti crane, flatbed truck, ekskavator, serta hyap crane dan forklift, baik di workshop maupun di pelabuhan.

"Kementerian PU terus berusaha agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik," kata Dody.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU