Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 15:30 WIB

KPI Percepat Transformasi Energi Lewat RDMP Balikpapan Bernilai Rp126 Triliun

Author

Kilang Pertamina. (Istimewa)

INDOZONE.ID - Kilang Pertamina Internasional (KPI) berupaya memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus berkembang sekaligus menjawab tuntutan akan sumber energi yang lebih bersih. 

Sebagai bagian dari Pertamina, perusahaan ini menerapkan strategi pertumbuhan ganda untuk menghadapi tantangan tersebut. 

Berdasarkan perkiraan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), penggunaan energi di Indonesia diprediksi meningkat sekitar 4,7% setiap tahun hingga 2050.

Baca juga: Investor Asal Malaysia: Kami Siap Bangun Kilang Peternakan untuk Majukan Ekonomi Aceh

"Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan merupakan strategi perusahaan untuk memaksimalkan bisnis eksisting perusahaan dalam menghasilkan produk berbasis fosil," kata Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani.

"RDMP Balikpapan hadir sebagai salah satu upaya untuk menjawab tantangan meningkatnya kebutuhan energi di masa depan yang lebih ramah lingkungan," lanjutnya.

RDMP Balikpapan merupakan proyek pengembangan dan modernisasi kilang yang dikelola oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), anak usaha KPI. 

Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah dari 260.000 barel menjadi 360.000 ribu barel per hari. Kapasitas pengolahan ini adalah terbesar di Indonesia. 

"RDMP Balikpapan menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan menjawab kebutuhan BBM yang kian meningkat. Bersama kilang Cilacap, KPI akan memiliki 2 kilang yang memiliki kapasitas diatas 300 ribu barel per hari. Kapasitas pengolahan yang cukup besar,” ujar Milla.

Selain menambah kapasitas produksi, proyek RDMP turut meningkatkan tingkat kompleksitas kilang agar dapat menghasilkan BBM berstandar tinggi setara Euro V yang jauh lebih ramah lingkungan. 

Upaya ini selaras dengan arah perkembangan dunia, di mana banyak negara mulai beralih ke penggunaan energi yang lebih bersih dan rendah emisi. 

Menurut Milla, RDMP Balikpapan juga dirancang agar mampu mengikuti perubahan kebutuhan energi masa depan yang semakin berfokus pada keberlanjutan lingkungan.

"Selain meningkatkan kapasitas pengolahannya, proyek RDMP Balikpapan akan meningkatkan produksi BBM baik jenis gasoline maupun gasoil, elpiji serta avtur. Bahan bakar yang sangat diperlukan dalam kehidupan kita sehari-hari," jelas Milla.

Ia menjelaskan, untuk memaksimalkan pengolahan, RDMP Balikpapan dilengkapi sejumlah teknologi mutakhir. Salah satunya adalah unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang menjadi unit utama hasil RDMP Balikpapan. 

"Unit hasil proyek RDMP Balikpapan tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga ramah lingkungan dan adaptif terhadap masa depan,” tutur Milla.

Ia menambahkan, RDMP Balikpapan juga memiliki peran strategis dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, yakni menjadikan Indonesia sebagai negara maju, berdaulat, adil dan makmur serta berdaya saing global. 

Dengan nilai investasi mencapai USD 7,4 miliar, atau setara dengan sekitar Rp126 triliun, proyek ini tidak hanya memperkuat infrastruktur energi nasional, namun juga penggerak perekonomian Indonesia.

Baca juga: Pertamina Salurkan Air Bersih Bagi Warga Aceh Tamiang Pascabencana

Proyek ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memberi ruang usaha bagi UMKM lokal, termasuk penyedia makanan, transportasi, dan akomodasi bagi pekerja proyek, serta menjadi pusat pengembangan teknologi dan sumber daya manusia di sektor energi.

"Dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 35%, RDMP Balikpapan juga mendorong pertumbuhan industri pendukung seperti manufaktur baja, logistik, konstruksi, dan jasa teknik," jelas Milla.

Menurutnya, proyek ini tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang yang akan menopang pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

"Melalui RDMP Balikpapan, KPI menegaskan komitmennya dalam mewujudkan infrastruktur energi yang modern, efisien, dan berkelanjutan, sebuah fondasi penting menuju visi Indonesia Emas 2045," tutup Milla.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU