INDOZONE.ID - Punya kerjaan ringan tapi gaji selangit, siapa yang gak mau? Nah, YouTuber sekaligus entrepreneur Raymond Chin ngasih insight menarik lewat kanal YouTube/Raymond Chin.
Ia nyebutin ada tiga kerjaan receh yang bisa jadi tambang uang, asal kamu gerak cepat dan gak males belajar.
Konsepnya disebut “digital arbitrage”, di mana kerjaan digital yang di luar negeri dibayar mahal, tapi di Indonesia masih undervalued banget.
Kata Raymond, jendela peluang ini gak bakal lama. Karena negara-negara maju seperti Singapura mulai membatasi perusahaan mereka buat nge-hire tenaga murah dari luar negeri.
Jadi, yang mau dapet cuan gede harus cepat ambil kesempatan sebelum aturan makin ketat. Nah, biar gak bingung, yuk bahas satu-satu kerjaan yang bisa kamu jajal.
Baca juga: Tips Bisnis Modal Kecil dan Tanpa Hutang: Cara Cerdas Mulai dari Nol
1. Community Manager — Jembatan Komunitas Digital
Kerjaan ini sering diremehin di Indonesia, padahal di luar negeri gajinya bisa tembus Rp95 juta per bulan. Community manager itu tugasnya bikin komunitas online tetap aktif dan hidup, baik di Discord, Telegram, maupun platform lainnya.
Tugasnya bukan cuma balas chat, tapi bikin engagement, jaga obrolan tetap seru, dan jadi penghubung antara pelanggan sama tim bisnis.
Kata Raymond, kalau mau mulai, tinggal join komunitas yang kamu suka dulu. Aktif bantu jawab, ikut diskusi, dan tunjukin kontribusi nyata.
Lama-lama, pihak proyek bakal notice dan nawarin kamu posisi resmi. Skill yang wajib kamu punya?
Bahasa Inggris dan kemampuan teknis dasar seperti pakai bot atau bikin announcement di Discord.
2. Customer Support Specialist — CS yang Nggak Cuma "Hai Kak"
Kalau denger kata “customer support”, mungkin bayanganmu cuma admin yang nanya “Ada yang bisa dibantu, Kak?”
Tapi di luar negeri, profesi ini bisa gajian puluhan juta. Bedanya, mereka support produk-produk digital dan teknis seperti software atau layanan SaaS.
Jadi, skill-nya harus lebih dari sekadar komunikasi sopan. Kamu perlu paham cara pakai tools seperti Zendesk atau Intercom, tahu cara bikin tiket, dan bisa menjawab pertanyaan teknis.
Baca juga: Tips Investasi yang Cerdas: Jangan Cuma Ikut-ikutan!
Kuncinya, kata Raymond, ada di gaya komunikasi tertulis. Kamu harus bisa menjawab pertanyaan customer dengan jelas, ringkas, dan solutif.
Latihan bisa dimulai dari skenario sederhana, misalnya bantu orang reset password atau mengatasi error sistem.
3. Virtual Assistant — Asisten Digital Serba Bisa
Kerjaan terakhir ini kelihatannya paling receh tapi potensinya besar banget. Virtual Assistant alias VA, di luar negeri posisinya bahkan bisa strategis karena sering langsung bantu CEO atau pemilik bisnis kecil.
VA dituntut bisa banyak hal, mulai dari nyusun jadwal, bikin presentasi, sampai bantu laporan keuangan.
Gajinya? Bisa nyentuh Rp60 juta lebih per bulan, kalau kamu udah senior dan punya niche tertentu, misalnya di bidang finance atau teknologi.
Nah yang penting, kamu harus fasih pakai tools administrasi seperti Google Workspace, Trello, atau Notion. Ditambah, kemampuan komunikasi formal dan manajemen waktu yang baik itu wajib.
Baca juga: Tips Kaya Ala Orang China Tanpa Flexing: Ini Rahasia dari Budaya dan Sejarahnya!
Dari semua kerjaan tadi, ada satu skill mutlak yang jadi pondasi yaitu Bahasa Inggris. Raymond nyaranin buat terus latihan speaking pakai aplikasi seperti Elsa Speak, biar pronunciation dan intonasi makin natural. Karena dalam dunia kerja global, komunikasi itu segalanya.
Jadi, kalau kamu pengin kerja enteng tapi penghasilannya bikin melongo, jangan tunggu peluang lewat.
Mulai bangun skill, ikut komunitas, dan buka diri ke pasar global. Dunia digital sekarang luas banget, tinggal kamu mau ambil kesempatan atau cuma jadi penonton.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube