INDOZONE.ID - Lebih dari 276.000 lapangan kerja baru telah tercipta berkat berbagai proyek hilirisasi sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) yang saat ini sedang berlangsung.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dalam keterangannya di Jakarta, mengatakan dalam satu tahun terakhir, kebijakan prorakyat di sektor ESDM menunjukkan hasil nyata.
"Pemerintah tidak hanya fokus membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan ekonomi melalui peningkatan keterampilan dan penyerapan tenaga kerja lokal," kata Bahlil, dikutip Senin (27/10/2025).
Langkah ini diimplementasikan secara terstruktur, mencakup pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, dan badan usaha milik daerah (BUMD).
Proyek-proyek strategis juga ditempatkan di luar kawasan industri utama untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata di kota kecil dan desa.
Baca juga: Rasio Elektrifikasi 99,83 Persen Dinilai Jadi Bukti Komitmen Pemerintah Wujudkan Keadilan Energi
Bahlil mengungkapkan kebijakan tersebut merupakan bagian dari perubahan ekonomi nasional yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.
"Transformasi ini tidak hanya berdampak kepada perubahan struktur ekonomi, tetapi juga perbaikan mutu manusia sebagai subjek pembangunan," kata Bahlil.
Kementerian ESDM telah menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi bagi puluhan ribu tenaga kerja di sektor energi dan pertambangan.
Upaya ini ditujukan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan industri masa depan.
"Dampaknya, lebih dari 276.000 peluang kerja baru tercipta dari berbagai proyek hilirisasi yang tengah berjalan," ujar dia.
Selama setahun terakhir, Bahlil juga telah mengawasi langsung kondisi lapangan di berbagai daerah.
"Aneka program (ESDM) membuat ibu-ibu bisa menjahit hingga malam, anak-anak belajar dengan cahaya terang, dan nelayan hasil tangkapannya lebih awet," ujarnya.
Strategi pembangunan di sektor ESDM tidak hanya berdampak positif secara sosial, tetapi juga menunjukkan hasil fiskal yang menggembirakan.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor ESDM hingga semester I 2025 mencapai Rp183,3 triliun atau 71,99 persen dari target tahunan.
Baca juga: 4 Cara Menyenangkan Agar Perusahaan Wujudkan Tempat Kerja yang Setara, Bisa Ditiru!
Kontribusi terbesar disumbangkan oleh subsektor mineral dan batu bara sebesar Rp100,2 triliun, diikuti oleh subsektor minyak dan gas bumi sebesar Rp73,3 triliun.
Realisasi investasi sektor ESDM hingga Agustus 2025 mencapai 17,20 miliar dolar AS, naik 8,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 15,85 miliar dolar AS.
Investasi tersebut didominasi oleh subsektor migas sebesar 10,22 miliar dolar AS dan minerba 3,80 miliar dolar AS.
Bahlil menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap arah kebijakan pemerintah di sektor energi dan sumber daya mineral.
"Presiden Prabowo telah memandu dengan tepat dan tegas arah baru kebijakan sektor ESDM terhadap amanat konstitusi," tambahnya.
Bahlil menekankan bahwa capaian ini menandai dua hal penting bagi perekonomian nasional, yaitu kelanjutan proyek hilirisasi yang meningkatkan nilai tambah di dalam negeri dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan arah kebijakan pemerintah di sektor ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA