Senin, 14 JULI 2025 • 16:16 WIB

Danantara Indonesia Perkuat Kerja Sama Internasional untuk Standar Investasi Global

Author

Danantara. (ANTARA)

INDOZONE.ID - Sepanjang pertengahan tahun 2025, Danantara Indonesia memperkuat perannya dalam lanskap investasi global dengan menjalin berbagai kemitraan investasi bersama sejumlah sovereign wealth fund (SWF) terkemuka diantaranya adalah, Qatar Investment Authority (QIA), Future Fund Australia, dan China Investment Corporation (CIC).

Kolaborasi di tingkat global ini tidak hanya menandai babak penting dalam ekspansi platform investasi Danantara Indonesia, tetapi juga mencerminkan pendekatan baru dalam pengelolaan aset negara yang berorientasi pada transparansi, mitigasi risiko, dan penciptaan nilai jangka panjang.

Potensi nilai dari kerja sama global yang telah diumumkan tersebut menyoroti tingkatan kepercayaan mitra internasional terhadap peran strategis Danantara Indonesia.

Baca juga: Danantara dan Lembaga Keuangan Jepang Teken MoU Percepat Ekonomi Hijau

Mohamad Al-Arief, Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, mengatakan Danantara Indonesia, melakukan langkah strategis untuk membangun tata kelola yang setara dengan standar global.

"Kami belajar dan bermitra langsung dari para pengelola aset terbaik dunia dan menjadikannya bagian dari transformasi kelembagaan jangka panjang," ujarnya.

Kemitraan pertama dibentuk pada 15 April 2025, ketika Danantara Indonesia dan QIA menandatangani kesepakatan pembentukan dana investasi bersama senilai USD 4 miliar. 

Dana tersebut difokuskan pada sektor hilirisasi industri, energi terbarukan, dan layanan kesehatan, sektor-sektor prioritas dalam agenda transformasi ekonomi Indonesia.

Kemudian pada 16 Mei 2025, kolaborasi dengan Future Fund Australia, sovereign wealth fund milik Pemerintah Australia dengan total aset lebih dari AUD 300 miliar, diumumkan di sela-sela Indonesia-Australia Annual Leaders’ Meeting di Jakarta. 

Australia juga menuturkan dukungan terhadap keanggotaan Danantara Indonesia dalam International Forum of Sovereign Wealth Funds (IFSWF), forum global yang mendorong penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang kuat dalam pengelolaan dana publik.

Kolaborasi ketiga ditandatangani pada 25 Mei 2025, di mana Danantara Indonesia dan CIC, salah satu SWF terbesar dunia dengan mandat pengelolaan cadangan devisa asal Tiongkok, menyetujui untuk menjajaki pembentukan platform investasi ASEAN–Tiongkok. 

Dana ini akan ditujukan pada sektor manufaktur, teknologi, kesehatan, dan barang konsumsi, serta dirancang dengan prinsip imbal hasil optimal dan dampak pembangunan yang terukur.

"Kolaborasi strategis ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menarik sebagai tujuan investasi, tapi juga telah berkembang menjadi mitra pengelola investasi yang dapat dipercaya di panggung global," kata Al-Arief.

Lebih lanjut ia juga menegaskan bahwa melalui kerja sama dengan sejumlah SWF global ini Danantara Indonesia tidak hanya mengakses pendanaan dan peluang investasi lintas negara, melainkan juga memperkuat kapabilitas dalam menjalankan tata kelola aset negara agar mampu setara dengan praktik terbaik dunia. 

"Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kami membangun kelembagaan yang kokoh dalam mengelola aset bangsa ini,” lanjutnya.

Danantara Indonesia tengah mempercepat restrukturisasi aset dan BUMN dengan target investasi hingga USD 5 miliar di 2025, difokuskan pada sektor strategis seperti hilirisasi mineral, energi terbarukan, digital, kesehatan, pangan, dan manufaktur.

Selain mendapatkan pendanaan awal sebesar USD 20 miliar untuk lebih dari 20 proyek prioritas, Danantara juga menargetkan dividen tahunan USD 8 miliar dari portofolio BUMN. 

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden guna menjadikan BUMN sebagai motor pertumbuhan, termasuk konsolidasi 889 entitas BUMN.

Al-Arief juga menambahkan, sebagai bagian dari komitmen membangun tata kelola kelas dunia, Danantara Indonesia banyak mempelajari secara langsung kerangka tata kelola, manajemen risiko, dan model alokasi aset yang sudah terbukti sukses di institusi negara lain.

Baca juga: Danantara Gandeng Perusahaan Arab Saudi Genjot Proyek Energi Bersih Senilai Rp162 Triliun

"Kami melakukan benchmarking untuk membangun sistem yang relevan dengan mandat nasional dan tantangan masa depan Indonesia," jelasnya.

Langkah-langkah strategis ini mencerminkan perubahan menyeluruh yang tengah dijalankan Danantara Indonesia guna membangun fondasi kelembagaan yang lebih adaptif, transparan, dan berorientasi hasil. 

Dengan pendekatan lintas sektor dan pembelajaran global, Danantara Indonesia menyiapkan kerangka kerja baru dalam pengelolaan aset negara yang lebih terintegrasi dan berdaya saing tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Danantara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU