Jumat, 11 JULI 2025 • 15:00 WIB

5 Mitos Tentang Investasi yang Masih Dipercaya oleh Banyak Orang, Jangan Sampai Kamu Termasuk!

Author

Ilustrasi investasi. (Freepik/kuprevich)

INDOZONE.ID - Bagi yang belum pernah berinvestasi, mungkin berpikir investasi hanya cocok untuk orang-orang kaya atau pebisnis besar. 

Namun kenyataannya tidak selalu seperti itu. Di era modern sekarang ini, siapa saja bisa berinvestasi bahkan dengan modal yang kecil.

Meski begitu, nyatanya masih banyak orang yang ragu untuk mulai berinvestasi. Salah satu penyebabnya karena masih banyak yang terjebak pada mitos seputar investasi.

Artikel ini akan membahas 6 mitos  yang masih dipercaya banyak orang dan cari tahu fakta sebenarnya tentang dunia investasi!

Baca juga: PNM: Pemberdayaan Usaha Jadi Investasi Jangka Panjang bagi Ketahanan Nasional

1. Investasi Itu Terlalu Berisiko

Pernyataan ini tak sepenuhnya salah, setiap investasi pasti memiliki risiko. Bahkan hampir di semua platform investasi menyertakan peringatan tentang risiko yang akan dihadapi.

Tapi jangan takut! Kuncinya adalah memahami risiko tersebut dan bagaimana risiko itu bisa berubah seiring waktu. Dengan begitu, kamu bisa menentukan tingkat risiko yang sesuai dengan profilmu.

Justru dengan mengambil risiko yang sudah diperhitungkan, kamu bisa membuat uangmu jauh lebih berkembang dibanding hanya disimpan di tabungan.

2. Kaya Dulu Baru Bisa Investasi

Dulu mungkin ini benar, tapi sekarang investasi sudah jauh lebih terbuka untuk semua kalangan. 

Berkat platform investasi online dan layanan konsultasi digital yang mudah diakses, siapa saja bisa mulai berinvestasi dengan modal yang relatif kecil.

Salah satu cara termudah dan terjangkau adalah melalui reksadana. Kamu bisa mulai dengan setoran paling terjangkau sesuai budgetmu.

3. Uang Dikunci dalam Waktu Lama

Semakin lama kamu berinvestasi, semakin besar kemungkinan bisa meratakan fluktuasi pasar dan mendapatkan hasil positif. Tapi bukan berarti kamu harus mengunci uangmu.

Mayoritas investasi tidak mewajibkan jangka waktu tertentu dan tidak ada penalti kalau kamu ingin menjual. Kamu tetap bisa mengakses uangmu kapan saja.

Namun, sebaiknya jangan menganggap investasi seperti tabungan biasa. Kalau kamu terpaksa mencairkan investasi saat pasar sedang turun, nilai yang kamu dapat bisa lebih rendah dari yang ditanam.

Karena itu, salah satu aturan emas dalam investasi adalah punya dana darurat setidaknya 3–6 bulan pengeluaran sebelum mulai berinvestasi. 

4. Harus Jadi Ahli Saham Dulu Baru Investasi

Banyak orang baru berpikir bahwa satu-satunya cara investasi adalah bermain saham. Padahal, transaksi saham itu bisa rumit dan butuh pemantauan pasar terus-menerus. 

Buat kamu yang bukan ahli keuangan, berinvestasi di reksa dana adalah pilihan bijak. Dengan membeli reksa dana, kamu seperti membeli “paket investasi siap pakai” yang sudah dikelola oleh manajer investasi profesional.

5. Harus Mantau Investasi Setiap Hari

Meskipun penting untuk mengetahui perubahan besar di pasar, kamu tidak perlu mengecek investasi tiap jam. Ini berlaku kalau kamu berinvestasi di reksadana, sebab investasimu dikelola oleh ahlinya.

Tapi kalau berinvestasi di saham, kamu tetap bisa santai kok. Saat membuka akun perdagangan saham (securities trading), kamu akan mendapatkan akses ke analisis pasar gratis dan fitur watchlist untuk memantau saham favoritmu.

Itulah 5 mitos soal investasi yang masih dipercaya banyak orang hingga saat ini. Buat kamu yang ingin memulai investasi, jangan takut untuk mencoba.

Baca juga: 15 Tips Investasi di Bidang Properti Langsung dari Pakar

Pastikan kamu memiliki pengetahuan yang cukup dan langkah yang tepat, investasi bisa menjadi cara cerdas untuk mengembangkan keuangan di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: HSBC

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU