Minggu, 06 JULI 2025 • 18:00 WIB

7 Daftar Perusahaan yang Terlibat Genosida Israel di Gaza!

Author

Ilustrasi perusahaan besar. (Freepik) 

INDOZONE.ID - Sejumlah perusahaan yang terlibat dalam genosida Israel di Gaza dimuat dalam laporan berjudul From Economy of Occupation to Economy of Genocide.

Dikutip dari akun Instagram @amanatinstitute, menampilkan beberapa perusahaan-perusahaan besar yang mendukung invasi Israel di Palestina.

Banyak perusahaan yang mengambil keuntungan dari situasi ini, sedangkan pemerintah terlihat tidak melakukan intervensi mengenai keterlibatan perusahaan tersebut.

Baca juga: Pasar Saham Menguat, Dolar Stabil Berkat Gencatan Senjata Israel-Iran

Berikut ini adalah beberapa perusahaan yang terlibat dalam genosida di Palestina:

1. Militer 

a. Lockheed Martin

Lockheed Martin, perusahaan militer AS, memasok jet tempur F-35 yang digunakan oleh Israel dalam konflik di Gaza.

Perusahaan ini memiliki jaringan afiliasi dengan 1600 perusahaan di berbagai negara, termasuk Leonardo S.p.A dari Italia, yang terlibat dalam produksi dan perawatan pesawat tempur F-35 Israel.

Israel menggunakan F-35 dan F-16 dalam konflik di Gaza untuk menjatuhkan bom dalam jumlah besar, menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa yang signifikan.

b. Elbit Systems dan IAI

Kedua peusahaan asal Israel ini memasok drone, hexacopter, dan quadcopter dalam serangan ke Gaza. 

Dalam dua dekade terakhir, perusahaan ini bekerja sama dengan berbagai lembaga seperti Massachusetts Institute of Tecnology (MIT).

c. FANUC Corporation

Perusahaan asal Jepang, FANUC, memasok mesin robotik untuk lini produksi senjata, termasuk untuk IAI, Elbit Systems, dan Lockheed Martin.

d. AP Moller

Pengawasan biometrik, jaringan pos pemeriksaan berteknologi tinggi, tembok pintar dan pengawasan pesawat nirawak, bahkan komputasi awan, kecerdasan buatan, dan analisis data yang mendukung personel militer di lapangan.

2. Teknologi

Penindasan di Palestina semakin parah dengan dukungan perusahaan-perusahaan teknologi yang menyediakan teknologi pengawasan dan pengumpulan data, serta memanfaatkan situasi untuk kepentingan bisnis mereka.

Raksasa teknologi AS mendorong perkembangan teknologi di Israel dengan mendirikan anak perusahaan dan pusat penelitian, yang kemudian digunakan untuk mendukung klaim keamanan Israel.

a. NSO Group

NSO Group merupakan salah satu perusahaan teknologi Israel yang berkembang karena infrastruktur dan strategi militer.

NSO Group didirikan oleh mantan anggota unit 8200. Perusahaan ini dibuat untuk mengawasi smartphone secara tersembunyi.

Spyware Pegasus-nya sudah digunakan terhadap aktivis Palestina dan diizinkan secara global untuk menargetkan para pemimpin, jurnalis, dan pembela hak asasi manusia.

b. IBM

IBM telah memiliki sejarah panjang di Israel, dengan kehadiran sejak 1972. Selain fokus pada teknologi dan startup, IBM Israel juga telah terlibat dalam pengelolaan basis data PIBA, yang memungkinkan pengumpulan data biometrik dan mendukung sistem perizinan Israel.

c. Microsoft

Microsoft telah menjadi kontributor aktif di Israel sejak 1991, dengan mengembangkan pusat terbesarnya di luar AS dan mengintegrasikan teknologinya di berbagai sektor, termasuk penjara, polisi, dan pendidikan.

d. Alphabet Inc (Google) dan Amazon.com

Pada tahun 2021, Israel memberikan Alphabet Inc (Google) dan Amazon.com Inc. kontrak senilai US$1,2 miliar. Sebagian besar didanai melalui pengeluaran Kementerian Pertahanan guna mempersiapkan infrastruktur teknologi inti.

Microsoft, Alphabet, dan Amazon memberikan Israel akses yang hampir setara dengan pemerintah Israel terhadap teknologi cloud dan AI mereka. Di mana hal itu meningkatkan kapasitas pemrosesan data, pengambilan keputusan, pengawasan serta analisis. 

e. Palantir Technology Inc.

Militer Israel telah mengembangkan sistem AI seperti "Lavender", "Gospel", dan "Where's Daddy?" untuk memproses data dan menentukan target, dengan bantuan teknologi dari Palantir Technology Inc.

Perusahaan tersebut bekerja sama dengan Israel sejak lama, sebelum Oktober 2023. Palantir sudah menyediakan teknologi kepolisian prediktif otomatis, infrastruktur pertahanan inti untuk konstruksi dan penyebaran perangkat lunak militer yang cepat dan berskala besar.

Platform AI-nya  juga memungkinkan penggabungan data medan perang waktu nyata untuk pengambilan keputusan otomatis.

3. Perusahaan Mesin hingga Infrastruktur

a. Caterpillar Inc

Selama beberapa dekade, Caterpillar Inc. sudah menyediakan Israel dengan peralatan yang digunakan guna menghancurkan rumah dan infrastruktur Palestina.

Hal tersebut didukung melalui program Pembiayaan Militer Asing AS, pemegang lisensi eksklusif yang diminta oleh hukum Israel untuk masuk ke militer.

Mereka berkolaborasi dengan perusahaan seperti, IAI, 120 Elbit Systems 121 dan RADA Electronic Industries milik Leonardo.

Israel juga telah mengembangkan buldoser D9 Caterpillar, di mana menjadi persenjataan inti otomatis yang dikendalikan dari jarak jauh milik militer Israel.

b. HD Hyundai Korea dan Volvo Group

Korea HD Hyundai dan anak perusahaannya yang sebagian dimilikinya, Doosan bersama Volvo Group Swediai dan produsen mesin berat besar lainnya juga disebutkan dalam laporan tersebut.

4. Perusahaan Listrik dan Gas

Israel telah menggunakan peralatan Caterpillar dalam berbagai operasi militer, termasuk penghancuran rumah dan infrastruktur Palestina, dengan Caterpillar terus mendapatkan kontrak baru dengan Israel.

Sejak Oktober 2023, Israel resmi memutus pasokan listrik ke sebagian besar Gaza. Tanpa listrik atau bahan bakar, sebagian besar pompa air, rumah sakit, dan transportasi berada di ambang kehancuran total.

a. Drummond Company Inc. dan Swiss Glencore plc

Kedua perusahaan tersebut menjadi pemasok utama batubara untuk listrik  bagi Israel, yang sebagian besarnya dari Kolombia, yakni 60% dari impor Israel pada tahun 2023.

Anak perusahaan mereka masing-masing mempunyai tambang dan tiga pelabuhan yang sudah mengirimkan 15 pengiriman batu bara ke Israel sejak Oktober 2023.

b. US Chevron Corporation

US Chevron Corporation dalam konsorsium dengan NewMedEnergy Israel, memperoleh gas alam dari ladang Leviathan dan Tamar.

Perusahaan membayar pemerintah Israel US$453 juta dalam bentuk royalti dan pajak pada tahun 2023. Konsorsium Chevron memasok lebih dari 70% konsumsi gas alam domestik Israel.

Selain itu, Chevron juga menerima keuntungan dari kepemilikan sebagiannya atas jaringan pipa East Mediterranean Gas (EMG), yang melintasi wilayah laut Palestina dan dari penjualan ekspor gas ke Mesir dan Yordania. 

c. BP

Perusahaan asal Inggris ini menyebar jaringan dalam ekonomi Israel, dengan lisensi eksplorasi diklaim pada Maret 2025. Ini memungkinkan BP untuk menjelajah wilayah laut Palestina yang dieksploitasi secara ilegal oleh Israel. BP dan Chevron juga merupakan kontributor terbesar  impor minyak mentah Israel.

5. Agribisnis

Agribisnis di wilayah yang dikuasai Israel berkembang pesat melalui praktik ekstraktivisme dan perampasan tanah, yang memungkinkan dominasi pasar dan investasi global, namun berdampak negatif pada sistem pangan Palestina.

a. Chinese Bright Dairy & Food Co. Ltd

Perusahaan tersebut mempunyai sebagian besar saham di Tnuva, konglomerat makanan terbesar di Israel. Perusahaan asal China ini telah mendorong dan menerima keuntungan dari perampasan tanah.

6. Pariwisata

Platform perjalanan daring seperti Booking Holdings Inc. dan Airbnb, Inc. mendapatkan keuntungan dari penjualan akomodasi di koloni Israel, yang mendukung kegiatan pariwisata yang eksklusif bagi warga Israel dan mempromosikan narasi pemukim.

a. Booking.com

Perusahaan asal AS ini sudah melipatgandakan jumlah iklannya dari 26 pada tahun 2018 menjadi 70 pada bulan Mei 2023. Perusahaan itu juga disebut melipatgandakan jumlah iklannya di Yerussalem timur menjadi 39 pada tahun setelah Oktober 2023.

b. Airbnb

Perusahaan ini juga kerap meningkatkan keuntungan Israel, tumbuh dari 139 iklan pada tahun 2016 menjadi 350 pada tahun 2025 dengan mengumpulkan komisi hingga 23%.

7. Perbankan & Investasi

Obligasi pemerintah Israel menjadi sumber keuangan utama untuk mendanai serangan di Gaza, dengan anggaran militer yang meningkat dari 4,2% menjadi 8,3% dari PDB antara tahun 2022 dan 2024, menyebabkan defisit anggaran publik sebesar 6,8%.

Israel mendanai anggaran yang membludak ini dengan meningkatkan penerbitan obligasinya, termasuk US$8 miliar pada Maret 2024 dan US$5 miliar pada Februari 2025, di samping penerbitan di pasar shekel domestiknya.

a. BNP Paribas

Perusahaan ini turut andil untuk kepercayaan pasar dengan menjamin obligasi pemerintah internasional dan domestik. Hal ini yang memungkinkan Israel untuk menahan premi suku bunga, walaupun terjadi penurunan peringkat kredit.

Baca juga: Saham Asia Naik Setelah Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran-Israel

b. Barclays

Bank asal Inggris turut terlibat. Sama halnya dengan BNP Paribas, Barclays juga menjamin surat utang Israel.

c. Blackrock, Vanguard, dan Allianz PIMCO

Perusahaan manajemen aset termasuk Blackrock (US$68 juta), Vanguard (US$546 juta) dan anak perusahaan manajemen aset Allianz, PIMCO (US$960 juta), termasuk di antara 400 investor dari 36 negara yang membeli obligasi Israel. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram @amanatinstitute

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU