INDOZONE.ID - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan konsep Dapur Susu Indonesia (Dasi) sebagai strategi memperkuat pasokan susu bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus meningkatkan penyerapan susu segar hasil produksi peternak lokal.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan Makmun mengatakan konsep Dasi dirancang sebagai unit pengolahan susu skala kecil yang terintegrasi dengan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
"Kalau kami istilahnya Dasi, maksudnya Dapur Susu Indonesia. Ini yang kita ingin dorong," kata Makmun dalam konferensi pers Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (3/6/2026).
Menurut Makmun, model tersebut diharapkan dapat menciptakan rantai pasok yang lebih pendek dan efisien, sehingga susu segar dari peternak dapat langsung disalurkan ke dapur MBG di wilayah sekitar.
Ia menjelaskan satu unit Dasi dapat dibangun untuk melayani peternakan dengan kapasitas sekitar 100 hingga 200 ekor sapi perah. Susu yang dihasilkan kemudian diolah dan didistribusikan ke sejumlah SPPG terdekat.
"Kami sudah buat prototipe-nya dengan modal mungkin di bawah Rp5 miliar itu sudah bisa membuat satu unit dapur susu yang kemudian bisa menyuplai sekitar lima sampai 10 SPPG di sekitarnya," ujarnya.
Baca juga: Program MBG hingga Satu Juta Rumah Jadi Andalan, Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Selain memperkuat pasokan susu untuk MBG, konsep tersebut juga diharapkan membuka pasar baru bagi peternak rakyat dan mendorong tumbuhnya industri pengolahan susu di berbagai daerah.
Makmun menilai peluang pengembangan sapi perah masih sangat besar, terutama di luar Pulau Jawa. Selama ini, sebagian besar peternakan sapi perah nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sementara wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara hingga Indonesia Timur memiliki potensi yang belum tergarap optimal.
Menurut dia, perkembangan teknologi peternakan saat ini juga memungkinkan budidaya sapi perah dilakukan di wilayah dataran rendah.
"Sekarang sudah banyak industri juga yang bangun di dataran rendah, seperti di Subang, ada yang bangun di Brebes," katanya.
Program MBG disebut menjadi momentum penting bagi pengembangan industri susu nasional, karena susu merupakan salah satu komponen menu yang diberikan kepada penerima manfaat.
Makmun menilai keberadaan pasar yang sudah terbentuk melalui program pemerintah dapat membantu peternak kecil memperoleh kepastian penyerapan produk yang selama ini sulit didapatkan.
"Ini menjadi pasar yang baik. Dulu teman-teman yang kecil kalah di sisi promosi, penjualan, pasti kalah dengan teman-teman di industri. Nah, sekarang semuanya ada di dalam program pemerintah, pengembangannya, kemudian off-taker-nya itu sudah ada," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA