Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 14 MEI 2026 • 11:03 WIB

Indonesia-Jepang Perkuat Kolaborasi Ekonomi Hijau, 31 Pelaku Usaha Dipertemukan dengan Buyer Potensial

Indonesia-Jepang Perkuat Kolaborasi Ekonomi Hijau, 31 Pelaku Usaha Dipertemukan dengan Buyer PotensialKemendag fasilitasi pelaku usaha ekonomi hijau Indonesia bertemu dengan buyer Jepang (Dok. Biro Humas Kemendag)

INDOZONE.ID - Sebanyak 31 pelaku usaha ekonomi hijau Indonesia bertemu dengan buyer potensial Jepang di Jakarta pada Rabu (13/5/2026).

"Business Matching Sessions Indonesia-Japan", kegiatan yang difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini merupakan bagian dari rangkaian partisipasi ASEAN-Japan Centre pada "The 2nd Indonesia-Japan Environment Week 2026" yang digelar pada 11—12 Mei 2026 di Jakarta.

Para peserta tersebut berasal dari berbagai sub-sektor strategis, antara lain, produk daur ulang, barang ramah lingkungan, energi dari limbah (waste-to-energy), bahan baku daur ulang, serta jasa pengelolaan lingkungan. 

Keterlibatan mereka mencerminkan semakin berkembangnya ekosistem industri hijau di Indonesia untuk bersinergi dengan standar global.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi, yang juga Council Director of ASEAN-Japan Centre untuk Indonesia mengungkapkan, business matching ini merupakan langkah taktis untuk memanfaatkan momentum kunjungan delegasi Jepang yang membawa keunggulan di ekonomi sirkular. 

Baca juga: Bahlil Siapkan Storage Minyak di Sumatera, ASEAN Bahas Cadangan Energi Regional

Indonesia-Jepang Perkuat Kolaborasi Ekonomi Hijau, 31 Pelaku Usaha Dipertemukan dengan Buyer PotensialKemendag fasilitasi pelaku usaha ekonomi hijau Indonesia bertemu dengan buyer Jepang (Dok. Biro Humas Kemendag)

Forum ini menjadi upaya konkret pemerintah Indonesia dalam mendorong kemitraan bisnis, investasi, dan peningkatan ekspor ke Jepang. 

Business matching ini juga menjadi upaya memperluas akses pasar ekspor bagi sektor ekonomi hijau yang permintaannya terus terakselerasi di pasar global.

"Melalui fasilitasi seperti ini, Indonesia dapat memperkuat posisinya dalam rantai pasok global yang berbasis keberlanjutan. Kami optimis bahwa melalui kolaborasi ini, pelaku usaha Indonesia akan memperoleh peluang lebih besar untuk menjadi bagian dari rantai pasok produk hijau dunia, yang pada gilirannya memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," kata Puntodewi dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Sugih Rahmansyah menyampaikan, business matching dirancang secara spesifik untuk mempertemukan inovasi lokal dengan kebutuhan teknologi tinggi Jepang. 

Kesempatan ini diharapkan dapat membuka cakrawala kerja sama yang lebih mendalam di sektor ekonomi sirkular yang memiliki prospek ekonomi jangka panjang.

"Business matching ini menjadi jembatan konkret bagi pelaku usaha Indonesia untuk terhubung dengan mitra Jepang, khususnya dalam sektor ekonomi hijau yang memiliki prospek besar. Kami mendorong agar pertemuan ini dapat menghasilkan kerja sama nyata, baik dalam bentuk investasi, perdagangan, maupun alih teknologi," ujar Sugih.

Sugih melihat kolaborasi dengan Jepang bersifat strategis karena industri di Negeri Sakura memiliki keunggulan dalam teknologi yang maju, efisiensi, dan komitmen yang tinggi terhadap sustainability serta praktik ekonomi sirkular. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Biro Humas Kemendag

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Indonesia-Jepang Perkuat Kolaborasi Ekonomi Hijau, 31 Pelaku Usaha Dipertemukan dengan Buyer Potensial

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!