Ilustrasi cara mengelola keuangan dengan bijak (Freepik)
INDOZONE.ID - Transformasi sebuah usaha pulsa sederhana di Makassar menunjukkan bagaimana pengelolaan bisnis yang konsisten dapat mewujudkan impian pendidikan yang tinggi.
Azhar Cell, yang namanya diambil dari sang anak, kini sukses menjadi penopang biaya sekolah hingga ke luar negeri.
Sang inspirator nama toko tersebut saat ini tengah mengenyam bangku SMA di Al Azhar, Kairo, setelah sebelumnya menimba ilmu di pesantren.
Perubahan nyata ini membuktikan bahwa dedikasi pada usaha kecil mampu membuahkan kesempatan yang sebelumnya sulit dibayangkan, termasuk mendukung putra daerah untuk bersekolah di Mesir dan merancang masa depan di sana.
Baca juga: Semangat Kartini Hidup dari Warung Sederhana, Kisah Ibu Dewi Bangkit Bersama PNM
Sebuah perubahan yang bermula dari keputusan sederhana tiga tahun lalu, saat ia mencoba menjadi agen layanan keuangan.
Sebelumnya, Rahmat hanya menjalankan sebuah konter pulsa sederhana. Ia kerap mendapat pertanyaan dari pelanggan yang ingin menarik uang atau melakukan transfer, namun belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut.
Warga sekitar pun harus pergi cukup jauh ke ATM atau bank, dan sering kali menghadapi antrean. Kini, kondisi tersebut berubah.
Kios milik Rahmat melayani 20–30 transaksi keuangan setiap hari, mulai dari tarik tunai hingga Rp10 juta per transaksi, transfer, hingga pembayaran tagihan.
Di tengah menjamurnya mini ATM, kios Rahmat tetap ramai, memberinya tambahan penghasilan Rp3–5 juta per bulan, bahkan dua kali lipat dari sebelumnya.
"Awalnya usaha saya hanya kios campuran. Kemudian saya mencoba layanan BukuAgen melalui mesin EDC mini ATM yang ditawarkan. Seiring waktu, jumlah peminat dan transaksi terus meningkat,” ujar Rahmat.
Kisahnya mencerminkan pergeseran peran warung dari sekadar tempat jual beli menjadi titik layanan keuangan berbasis kepercayaan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kios milik Rahmat telah berkembang menjadi tempat bagi masyarakat untuk melakukan berbagai transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, transfer, pembayaran listrik dan PDAM, hingga pembelian pulsa dan voucher digital.
Ia melihat sendiri bagaimana kebiasaan warga mulai berubah dan bukan lagi sekadar mencari akses, tetapi mencari tempat yang lebih dekat, cepat, dan bisa dipercaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan, Siaran Pers