Mengumpulkan sampah untuk jadi ladang cuan. (freepik)
INDOZONE.ID - Siapa bilang sampah cuma jadi masalah? Di tangan yang tepat, tumpukan limbah rumah tangga justru bisa jadi ladang uang yang menggiurkan.
Tak hanya menyelamatkan bumi, bisnis Bank Sampah kini bertransformasi menjadi sektor ekonomi baru yang menjanjikan.
Dikutip dari laman Plastic Smart Cities WWF Indonesia, Bank Sampah bukan sekadar tempat mengumpulkan barang bekas.
Ini adalah model bisnis berkelanjutan yang mempertemukan kepedulian lingkungan dengan keuntungan finansial.
Baca juga: Pentingnya Memahami Etika Bisnis Biar Perusahaan Gak Cuma Cuan tapi Tetap Berintegritas
Lantas, apa saja peluang bisnis yang bisa digarap dari ekosistem Bank Sampah? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Ini adalah napas utama dari Bank Sampah. Sampah yang telah dipilah memiliki nilai ekonomi tinggi di mata industri diantaranya Plastik, Kertas dan Karton, Logam dan Kaca.
Baca juga: 7 Kerja Sampingan Untuk Pelajar yang Fleksibel, Cuan dan Nggak Ganggu Sekolah
Bank Sampah juga bisa merambah ke dunia kreatif. Sampah plastik atau kertas disulap menjadi produk kerajinan tangan bernilai jual tinggi, seperti tas, dompet, hingga dekorasi rumah (mebel dari bahan daur ulang).
Produk-produk ramah lingkungan (eco-friendly) kini tengah naik daun dan memiliki pasar niche yang loyal.
Baca juga: 6 Tips Mulai Usaha Franchise bagi Pemula, Biar Nggak Rugi di Awal!
Tak hanya menjual barang, Bank Sampah bisa menjual jasa. Mulai dari layanan penjemputan sampah terpilah dari rumah ke rumah dengan sistem langganan, hingga menjadi konsultan bagi perusahaan yang ingin mengelola limbahnya sesuai standar lingkungan.
Bank Sampah punya posisi strategis untuk berkolaborasi dengan pemerintah maupun pihak swasta. Banyak perusahaan kini mencari mitra untuk program CSR (Corporate Social Responsibility) atau pemenuhan target pengurangan sampah plastik.
Baca juga: Pendapatan Negara Tumbuh 10,5 Persen hingga Maret 2026, Ditopang Kinerja Pajak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Smart Cities WWF Indonesia