Ilustrasi B2B. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Dalam bisnis, istilah B2B sangat sering muncul, apalagi saat membahas strategi perusahaan atau kerja sama antar brand.
Jika kamu memahami konsep B2B dalam bisnis, tentu ini bisa menjadi kunci penting bisnis bisa berkembang cepat dan stabil.
B2B adalah singkatan dari business to business. Lalu apa itu B2B? B2B adalah transaksi bisnis yang terjadi antara satu perusahaan ke perusahaan lain.
Baca juga: Gak Perlu Viral! Ini 5 Bisnis 'Gak Keren' yang Diam-diam Bikin Kantong Tebal dan Mapan
Selama ini, kebanyakan orang lebih familiar dengan transaksi dari perusahaan ke konsumen langsung. Tapi di balik itu, ada banyak proses yang terjadi sebelum produk sampai ke tangan pembeli, dan di situlah peran B2B.
B2B bisa terjadi karena perusahaan membutuhkan barang atau jasa dari perusahaan lain. Jadi, sebelum memasarkan produknya ke konsumen akhir, perusahaan biasanya menjalin kerja sama untuk memenuhi kebutuhan produksi atau mendukung pemasaran.
Tidak menutup kemungkinan juga kalau perusahaan B2B adalah produsen dengan target sesama produsen, tanpa menyentuh konsumen akhir secara langsung.
Ada beberapa karakteristik yang membedakan B2B dengan jenis transaksi lainnya.
1. Transaksi Cenderung Kompleks
Prosesnya tidak sesederhana jual beli biasa. Ada tahapan seperti negosiasi, penyesuaian kebutuhan, hingga persetujuan dari berbagai pihak dalam perusahaan.
Baca juga: Teknologi Dapur Makin Canggih, Bisnis Kuliner Mulai Tinggalkan Cara Manual!
2. Mengandalkan Hubungan Jangka Panjang
Kerja sama B2B biasanya dibangun dari relasi yang sudah terjalin lama, memudahkan perusahaan dalam menjaga stabilitas pasokan.
3. Ada Proses Negosiasi di Awal
Sebelum kerja sama berjalan, kedua pihak biasanya menyepakati kontrak secara detail agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Info.populix.co