Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 29 JULI 2025 • 16:20 WIB

Menhub dan Menko IPK Bahas Rencana Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Menhub dan Menko IPK Bahas Rencana Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-SurabayaIlustrasi kereta api. (ANTARA/Muhammad Zulfikar) (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

INDOZONE.ID - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini sedang menyusun kerangka regulasi baru, untuk proyek perluasan kereta cepat yang akan menghubungkan Jakarta, Bandung, hingga Surabaya.

"Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi yang tegas untuk memperluas jalur kereta cepat Jakarta, Bandung hingga Surabaya," kata Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat membuka Indonesia Railway Conference 2025 bertajuk Railway Transformation for Innovation and Sustainable Development, yang diselenggarakan di Jiexpo Kemayoran, Jakarta.

Baca juga: Hampir Satu Dekade Latih Manchester City, Pep Guardiola Blak-blakan Soal Masa Depannya: Saya akan Pergi Usai Tahap ini!

Menurut AHY, arahan presiden tidak hanya tentang perpanjangan jalur kereta cepat, tetapi juga mewujudkan visi untuk menghubungkan Pulau Jawa dengan sistem transportasi yang cepat, ramah lingkungan, dan terintegrasi.

"Kunci dari visi ini adalah memperkuat koridor Bandung-Surabaya," ujarnya.

Ia memaparkan apabila nantinya proyek kereta cepat Jakarta, Bandung, dan Surabaya terwujud, maka otomatis akan berdampak positif terhadap banyak aspek, terutama perekonomian. 

Moda transportasi ini akan mempersingkat waktu perjalanan secara signifikan dan meningkatkan efisiensi.

"Tentu saja menghasilkan manfaat ekonomi dengan menghubungkan kota-kota, industri, dan pelabuhan di seluruh Pulau Jawa," kata dia.

Baca juga: Admin X Kereta Cepat Whoosh Komentar Tak Senonoh Buntut Patrick Kluivert Latih Timnas Indonesia

Pemerintah saat ini tidak hanya memprioritaskan pembangunan infrastruktur transportasi darat, tetapi juga mengembangkan transportasi udara dan laut, untuk menciptakan konektivitas yang lebih menyeluruh dan inklusif di seluruh wilayah Indonesia.

"Masa depan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sangat bergantung pada seberapa baik kita mengintegrasikan sistem transportasi darat dan laut," pungkasnya.

Lebih lanjut Agus juga mengatakan, sekitar 60 persen penduduk Indonesia tinggal atau bermukim di wilayah pesisir. Artinya, pembangunan maritim bukanlah hal yang sekunder namun menjadi sentral bagi pertumbuhan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menhub dan Menko IPK Bahas Rencana Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!