INDOZONE.ID - Festival UMKM Daya Fest 2025 yang digelar Bank SMBC Indonesia, menampilkan produk kerajinan tangan dan kuliner binaan untuk memperluas peluang pasar pelaku usaha.
Direktur Utama Bank SMBC Indonesia Tbk Henoch Munandar menyatakan bahwa Daya Fest membantu pelaku usaha UMKM dalam mengoptimalkan penggunaan dana, agar lebih terfokus dan memberikan dampak melalui program literasi keuangan.
"Kita lebih berharap bahwa penggunaan dana yang digunakan oleh rekan-rekan di UMKM itu benar-benar terarah dan kita juga harus imbangi tentunya dengan salah satu program Daya, financial literacy, itu sudah masuk ekosistem kami,” ujar Henoch saat jumpa pers pada acara Daya Fest 2025 di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Baca juga: Kemenekraf Dukung SMBC Daya Fest 2025 untuk Perkuat UMKM Kreatif
Ia menyebutkan bahwa Daya Fest memberi kesempatan kepada pelaku usaha untuk berinteraksi dengan korporasi penyedia bahan baku demi menjaga kelancaran rantai pasok (supply chain), sehingga produk yang dihasilkan pelaku usaha memiliki kualitas yang bagus.
SMBC menjaga ekosistem ini agar pelaku usaha bisa mendapatkan manfaat dari fasilitas pendampingan dan mampu memperluas cakupan pasar dengan produk yang atraktif.
Selain memberikan pendampingan terkait literasi keuangan, SMBC juga menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas diri, mendorong keberlanjutan, dan memajukan kapasitas usaha.
Sementara itu, Communications and Daya Head Andrie Darusman menyatakan bahwa program Daya Fest juga bertujuan untuk memberi kesempatan bagi nasabah maupun non-nasabah, untuk memiliki peluang usaha tambahan sebagai sumber pendapatan alternatif.
"Jadi, di situ nasabah atau pun non-nasabah bisa melihat peluang usaha tambahan yang bisa mereka lakukan. Jadi, apakah mereka sekarang itu karyawan ataupun mereka sudah berusaha, mereka bisa melihat alternatif tambahan di situ,” kata Andrie.
Andrie menyampaikan bahwa sejak 2021 sampai 2024, Daya Fest telah menjangkau 10 juta peserta UMKM dan mengadakan 12 ribu aktivasi untuk membantu UMKM membuka peluang usahanya.
Baca juga: Pemprov Lampung Buka Peluang Ekspor Kopi Produk UMKM ke Pasar Amerika Serikat
Ia juga mengatakan daya beli masyarakat terhadap produk UMKM juga terlihat dari meningkatnya jumlah produksi para pelaku usaha binaan, serta kemampuan para pelaku usaha untuk memasarkan produknya yang relevan kepada pembeli.
"Kalau misalnya usaha UMKM dikelola secara baik dan kemudian bisa melihat peluang dengan jeli, peningkatan bisa tetap dilakukan,” tambahnya.
Daya Fest 2025 menampilkan 113 pelaku usaha, baik nasabah SMBC maupun anak perusahaan seperti BTPN Syariah, yang dipajang dalam Selendang Mayang.
Andrie menjelaskan bahwa kategori yang diseleksi mencakup handicraft, fashion, dan kuliner, serta harus sesuai dengan kebutuhan nasabah atau pengunjung yang datang.
SMBC juga mengedepankan kualitas dan keaslian dari barang yang dijual, artinya harus diproduksi sendiri dan menonjolkan keautentikannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung