PPATK Tinjau Program MBG Berbasis CSR di Sekolah Kabupaten Tangerang, Perkuat Tata Kelola dan Transparansi
INDOZONE.ID - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis CSR swasta di Sekolah Khusus Negeri 01 Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung proses pelaksanaan program, mulai dari penyediaan makanan, sistem pencatatan, mekanisme pemantauan, hingga penerapan standar keamanan pangan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Baca juga: Hadapi Dunia Kerja Baru, Menaker Yassierli Usul BRICS Petakan Skill Masa Depan
Program ini merupakan kolaborasi Grab-OVO dan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) sebagai bentuk dukungan sektor swasta terhadap Program Makan Bergizi Gratis nasional.
Bahkan, seluruh pendanaan berasal dari dana CSR dan dukungan berbagai mitra swasta yang bersifat nirlaba.
Dalam pelaksanaannya, program memanfaatkan sistem pemantauan digital yang memungkinkan setiap tahapan dapat dipantau secara real-time, mulai dari kesiapan dapur mitra UMKM, proses distribusi, hingga makanan diterima di sekolah.
Sistem ini juga membantu memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga sekaligus memudahkan identifikasi potensi kendala selama proses berlangsung.
Baca juga: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi Rp7.200 Triliun, BI: Masih Aman dan Terkendali
Pada kesempatan tersebut, Kepala PPATK juga menyerahkan bantuan perlengkapan belajar kepada Sekolah Khusus Negeri 01 Balaraja sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan belajar mengajar.
Ivan Yustiavandana mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan 24 tahun Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (GERNAS APU-PPT) melalui semangat GERNAS Mulia.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari semangat GERNAS MULIA dalam peringatan 24 tahun GERNAS APU PPT, yang mengajak kita semua untuk memuliakan sesama sebagai bentuk bela negara yang paling hakiki, sejalan dengan Asta Cita Presiden. Program sosial yang melibatkan banyak pemangku kepentingan harus didukung tata kelola yang baik agar manfaatnya tepat sasaran, aman, dan transparan," ujar Ivan.
Baca juga: Pertamina Turunkan Harga LPG Nonsubsidi Bright Gas Mulai 14 Juli 2026, Tabung 12 Kg Kini Rp220.000
Ia juga menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi berperan penting dalam memperkuat pencatatan, pemantauan operasional, evaluasi program, hingga menjaga kualitas pelaksanaan sejak makanan diproduksi oleh mitra UMKM sampai diterima para siswa.
Sementara itu, CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi menyebut program tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga mendorong pemberdayaan pelaku UMKM lokal serta mitra pengemudi.
"Dukungan CSR swasta dari Grab dan OVO ini dirancang untuk menciptakan dampak ganda. Di satu sisi, kami berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah sebagai calon penerus bangsa. Di sisi lain, seluruh penyediaan makanan ini sepenuhnya memberdayakan mitra UMKM lokal dan mitra pengemudi di ekosistem kami. Kehadiran dan peninjauan langsung dari Kepala PPATK memotivasi kami untuk terus memastikan bahwa komitmen ini berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat," ungkap Neneng.
Baca juga: Menaker Hadiri Forum BRICS, Bahas Jaminan Sosial hingga Skill Pekerja
Seluruh operasional program didukung oleh sistem digital yang mendokumentasikan setiap proses, mulai dari deklarasi kesiapan mitra UMKM, konfirmasi pengiriman, dokumentasi distribusi, hingga umpan balik dari pihak sekolah.
Pendekatan tersebut juga menjadi dasar evaluasi dan peningkatan kualitas layanan melalui pendampingan kepada mitra UMKM.
Ketua Pelaksana Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Cahaya Manthovani, menilai pemanfaatan teknologi memberikan jaminan lebih baik terhadap kualitas makanan yang diterima para siswa, khususnya anak berkebutuhan khusus.
"Bagi anak-anak, khususnya anak berkebutuhan khusus, akses terhadap makanan bergizi bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi kesehatan, kemampuan belajar, dan tumbuh kembang mereka. Yang kami lihat dari implementasi Program MBG CSR Swasta Grab–OVO dan YIPB adalah adanya perhatian yang menyeluruh terhadap kualitas dan keamanan makanan yang diterima anak-anak. Melalui pemanfaatan teknologi, setiap proses mulai dari dapur UMKM hingga makanan diterima di sekolah dapat dipantau dengan baik, sehingga memberikan rasa percaya bagi sekolah, orang tua, maupun seluruh pihak yang terlibat bahwa makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan," tutur Cahaya.
Baca juga: Harga Beras Dunia Naik, Indonesia Jajaki Peluang Ekspor ke Malaysia dan Singapura
Selain memberikan manfaat bagi para penerima, program ini juga melibatkan UMKM lokal sebagai mitra utama dalam rantai pasok.
Melalui pendampingan dan penerapan standar operasional berbasis teknologi, para pelaku UMKM didorong meningkatkan kualitas keamanan pangan sekaligus memperkuat kapasitas usahanya.
Sejak diluncurkan pada September 2024, Program MBG CSR Grab–OVO telah menjangkau 36 sekolah, termasuk sekolah khusus, dengan lebih dari 5.200 penerima manfaat. Program tersebut juga melibatkan 34 mitra UMKM dan kantin sekolah serta 32 mitra pengemudi di 12 kota dan kabupaten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung