Rabu, 08 JULI 2026 • 09:05 WIB

Peran Perempuan di Sektor UMKM Jadi Penopang Ekonomi Keluarga hingga Desa

Author

Ilustrasi peran peremuan dalam pengembangan UMKM. (Freepik)

INDOZONE.ID - Di tengah tantangan ekonomi saat ini, peran perempuan dalam menjaga stabilitas ekonomi mendapat perhatian. 

Tak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, perempuan juga menjadi penggerak UMKM yang mampu menopang perekonomian masyarakat hingga ke tingkat desa.

Keterlibatan perempuan dalam sektor UMKM menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi dan sosial masyarakat. 

Karena kemudahan akses teknologi digital, perempuan juga punya peluang untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, hingga meningkatkan pendapatan keluarga.

Baca juga: Dinilai Bisa Tarik Investasi Global, OJK Dukung Pembentukan Pusat Finansial Internasional

Hal ini sejalan dengan semangat yang diusung Srikandi Jaga Desa, sayap organisasi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), yang baru saja dikukuhkan. 

Organisasi ini dinilai bisa memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor UMKM.

Pelantikan Srikandi Jaga Desa baru saja digelar di Ballroom The Djakarta Theater, Jumat 3 Juli 2026 lalu menggandeng PT Navaswara Bhuwana Kencana Srikandi. 

Dalam pidatonya, Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo, menekankan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan nasional yang dimulai dari tingkat desa.

Baca juga: 5 Langkah Strategis Pemerintah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

“Ketahanan nasional yang sejati bermula dari ketahanan di tingkat desa, kaum perempuan memegang peran sentral sebagai penjaga moral serta penggerak ekonomi,” ujarnya di sela acara.

Menurut Hashim, para perempuan juga berperan untuk melindungi anak-anak di desa, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. 

Selain itu, mereka berupaya dalam kepemimpinan publik, guna menciptakan desa yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.

UMKM Jadi Jalan Kemandirian Ekonomi

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa Sherly Tjoanda bicara soal dampak pemberdayaan ekonomi perempuan yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan keluarga. 

Baca juga: Di Bawah Danantara, PNM Buka Jalan Kerja bagi Puluhan Ribu Lulusan SMA/SMK dari Keluarga Prasejahtera

Tetapi perempuan punya peran dalam membentuk ketahanan mental generasi muda dan masa depan desa.

"Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Perempuan yang berdaya secara ekonomi otomatis akan memiliki suara yang lebih lantang dalam menentukan masa depan desanya," ungkap Sherly.

Menurutnya, ketika perempuan memiliki akses terhadap kegiatan ekonomi produktif, mereka akan lebih mampu berkontribusi dalam pengambilan keputusan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan kondisi saat ini. Perempuan semakin mampu bertahan dan berkembang sebagai pelaku UMKM. Mereka mendominasi berbagai sektor usaha rumahan, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, fashion, hingga produk berbasis digital.

Baca juga: Apa Itu Ekonomi Kreatif dan Mengapa Sektor Ini Jadi Penyelamat Karier Masa Depanmu?

Kehadiran UMKM yang dikelola perempuan pun tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar. 

Dampaknya terlihat nyata di berbagai daerah dan desa, di mana aktivitas ekonomi yang digerakkan perempuan turut memperkuat perekonomian lokal.

Tata Kelola yang Baik Jadi Kunci

Selain penguatan kapasitas usaha, aspek pengelolaan keuangan dan transparansi organisasi juga menjadi faktor penting dalam memastikan program pemberdayaan ekonomi berjalan efektif.

Dewan Pembina ABPEDNAS sekaligus Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa Maya Miranda Ambarsari menekankan bahwa pengembangan UMKM perempuan harus dibarengi dengan tata kelola yang baik. 

Baca juga: Mengenal Pengertian Nasabah Prioritas dan Bedanya dengan Kaum Mendang Mending

"Penguatan ekonomi perempuan desa harus ditopang oleh tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel di dalam organisasi. Dengan manajemen yang kuat, kita memastikan setiap program pemberdayaan dan bantuan UMKM tepat sasaran untuk kesejahteraan masyarakat desa," ujar Maya.

Perempuan dan Masa Depan Ekonomi Desa

Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS, Reda Manthovani turut menilai bahwa keterlibatan perempuan dalam sistem pengawasan dan pembangunan desa juga berperan penting dalam menciptakan tata kelola yang lebih baik.

“Sinergi ini diyakini mampu melahirkan ekosistem desa yang berdaya untuk mewujudkan visi besar Membangun Desa, Menata Kota untuk Indonesia Maju,” ujarnya.

Menurut Reda, kemandirian ekonomi perempuan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan keluarga, tetapi juga memperkuat peran mereka dalam pengambilan keputusan di masyarakat. 

Baca juga: Potongan Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, DPR Minta Implementasi Kebijakan Dikawal

Karena itu, UMKM yang dijalankan perempuan kini menjadi salah satu penopang utama ketahanan ekonomi keluarga dan desa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU