Jumat, 12 JUNI 2026 • 11:05 WIB

Dampak Kenaikan Suku Bunga BI terhadap Masyarakat dan Ekonomi, Apa Saja?

Author

Ilustrasi Kenaikan Suku Bunga BI. (Freepik)

INDOZONE.ID - Kenaikan suku bunga acuan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sering menjadi perhatian banyak pihak, mulai dari masyarakat, pelaku usaha, hingga investor.

Pasalnya, perubahan suku bunga ini bisa memengaruhi berbagai aspek ekonomi, mulai dari cicilan pinjaman hingga harga barang di pasaran.

Baca juga: Apa Bunyi Hukum Permintaan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Lalu, apa sebenarnya suku bunga acuan BI dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Suku Bunga Acuan BI?

Suku bunga acuan BI atau BI Rate adalah suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai bagian dari kebijakan moneter.

Secara sederhana, angka ini menjadi acuan bagi perbankan dalam menentukan bunga tabungan, deposito, hingga kredit.

Bank Indonesia menetapkan suku bunga acuan melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar secara berkala. Keputusan tersebut mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi global, nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena menyesuaikan kondisi ekonomi, suku bunga acuan bisa naik, turun, atau tetap.

Baca juga: Di ILC 114, Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya Peran Perempuan dalam Transformasi Dunia Kerja

Dampak Kenaikan Suku Bunga BI

Ketika Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan, ada beberapa dampak yang biasanya dirasakan oleh masyarakat dan pelaku usaha.

1. Bunga Deposito Ikut Naik

Kondisi ini bisa menjadi kabar baik bagi masyarakat yang menyimpan dana di deposito karena potensi imbal hasil yang diterima menjadi lebih besar.

2. Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat

Kenaikan suku bunga biasanya membuat aset keuangan dalam rupiah lebih menarik bagi investor. Akibatnya, aliran dana asing dapat meningkat dan membantu memperkuat nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

3. Kredit Jadi Lebih Mahal

Saat suku bunga acuan naik, bank umumnya juga menyesuaikan bunga pinjaman. Dampaknya, cicilan kredit seperti KPR, kredit kendaraan, atau pinjaman usaha bisa menjadi lebih mahal dibanding sebelumnya.

4. Permintaan Properti Menurun

Naiknya bunga KPR membuat biaya membeli rumah menjadi lebih tinggi. Akibatnya, minat masyarakat untuk membeli properti bisa menurun karena cicilan bulanan terasa lebih berat.

Baca juga: Pakar Nilai Ini Alasan Pemerintah Baru Naikkan Harga Pertamax Sekarang

5. Investasi Cenderung Melambat

Saat biaya pinjaman meningkat, perusahaan biasanya lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi atau membuka proyek baru.

6. Daya Beli Masyarakat Bisa Menurun

Ketika cicilan dan biaya pinjaman meningkat, masyarakat biasanya akan lebih selektif dalam mengeluarkan uang.

7. Inflasi Lebih Terkendali

Meski memiliki sejumlah dampak yang cukup berat, kenaikan suku bunga biasanya dilakukan untuk mengendalikan inflasi. Saat konsumsi dan permintaan melambat, kenaikan harga barang dan jasa juga cenderung lebih terkontrol.

Kebijakan ini sering digunakan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat dalam jangka panjang.

Baca juga: Apa Penyebab Daya Beli Masyarakat Menurun? Simak Faktor Utamanya

Kenaikan suku bunga BI memang membawa dampak yang cukup luas. Di satu sisi, bunga deposito menjadi lebih menarik dan inflasi bisa lebih terkendali. Namun di sisi lain, biaya kredit meningkat, investasi melambat, dan daya beli masyarakat berpotensi menurun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sahabat Pegadaian

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU