Senin, 01 JUNI 2026 • 11:40 WIB

Prabowo Dorong Transformasi Ekonomi Pancasila, Tekankan Pemerataan Kesejahteraan Rakyat

Author

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya transformasi ekonomi nasional menuju sistem ekonomi yang sepenuhnya berlandaskan Pancasila, guna memastikan kesejahteraan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.

Dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Prabowo menilai pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini masih belum dinikmati secara setara oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Karena itu, menurutnya, Indonesia perlu melakukan perubahan arah pembangunan yang lebih sesuai dengan nilai-nilai dasar bangsa.

"Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berdasarkan Pancasila, menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila. Saudara-saudara, apa arti ekonomi berdasarkan Pancasila? Pertama, ekonomi yang religius, ekonomi yang berkemanusiaan dan ekonomi yang memperkuat persatuan nasional," kata Prabowo di Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Ia menjelaskan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus dikelola secara bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, termasuk generasi mendatang.

Baca juga: KEM-PPKF 2027: Presiden Prabowo Fokus Kesejahteraan Rakyat, Targetkan Ekonomi Tumbuh hingga 6,5 Persen

Menurut Prabowo, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak boleh hanya diukur melalui angka-angka statistik, tetapi harus terlihat nyata dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat harus terus diperkuat.

Di tengah pidatonya, Prabowo menekankan bahwa prinsip ekonomi Pancasila harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada kelompok rentan, petani, nelayan, hingga pekerja.

"Ekonomi kita harus hadir dalam bentuk pemberian gizi kepada kelompok yang paling rentan, bantuan pupuk kepada petani, akses pasar yang lebih baik bagi nelayan, serta perlindungan bagi para pekerja," ujarnya.

Prabowo juga menegaskan bahwa perekonomian nasional tidak boleh hanya menguntungkan segelintir pihak. Sebaliknya, sistem ekonomi harus dibangun untuk memperkuat kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat secara luas.

"Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang egaliter, ekonomi yang kerakyatan. Ekonomi kita berdasarkan rancang bangun cetak biru yang dibuat oleh pendiri-pendiri bangsa kita," katanya.

Baca juga: Di Depan DPR, Presiden Prabowo Beberkan Target Ekonomi 2027: Kemiskinan Turun, Pengangguran Menyusut

Presiden kemudian menyinggung amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Dalam prinsip tersebut, negara memiliki peran penting mengelola cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak serta kekayaan alam untuk kepentingan masyarakat.

Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya keadilan sosial sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional. Ia menilai seluruh kemajuan dan hasil pembangunan harus dapat dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.

Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan semata, tetapi juga menjalankan strategi transformasi bangsa yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

"Kita tidak hanya mau bicara pembangunan, kita sekarang punya cita-cita yang lebih berani. Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa. Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila," tutur Prabowo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU