Jumat, 29 MEI 2026 • 12:15 WIB

Gaji Camat dan Tunjangan Terbaru, Segini yang Diterima Setiap Bulannya

Author

Ilustrasi gaji camat dan tunjangan (Gemini AI)

INDOZONE.ID - Jabatan camat sering dianggap sebagai salah satu posisi strategis di pemerintahan daerah. 

Selain memimpin wilayah kecamatan, camat juga menjadi perpanjangan tangan bupati atau walikota dalam urusan administrasi, pelayanan publik, hingga koordinasi pembangunan daerah.

Karena itu, tak sedikit yang ingin mengetahui mengenai berapa sebenarnya gaji camat dan tunjangan yang didapat.

Nah, untuk menjawab hal tersebut yuk simak penjelasan berikut. 

Baca juga: Gaji Selalu Habis Padahal Hutang Sudah Lunas? Bisa Jadi Kamu Belum Tahu Trik Simpel Ini!

Rincian Gaji Pokok Camat

Secara umum, camat berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan golongan III hingga IV. 

Besaran gaji pokoknya mengikuti aturan pemerintah mengenai gaji PNS yang masih mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2024.

Gaji pokok ASN yang berkisar antara Rp2.920.800 hingga Rp5.661.700 per bulan, ditambah dengan berbagai macam tunjangan melekat dan tunjangan kinerja daerah (tukin/TPP) yang bervariasi bergantung pada kemampuan finansial masing-masing wilayah.

Besaran gaji pokok camat berbeda tergantung golongan dan masa kerja golongan (MKG). Berikut kisaran gaji pokoknya:

Camat merupakan pejabat struktural PNS yang umumnya menempati pangkat/golongan mulai dari III-d hingga IV-d. 

Berikut rincian nominal gaji pokoknya:

  • Golongan III-d: Rp2.920.800 – Rp4.797.000
  • Golongan IV-a: Rp3,044.000 – Rp5.000.000
  • Golongan IV-b: Rp3.173.100 – Rp5.211.500
  • Golongan IV-c: Rp3.307.300 – Rp5.431.900
  • Golongan IV-d: Rp3.447.200 – Rp5.661.700

Tunjangan yang Melekat

Seperti ASN pada umumnya, camat mendapatkan tunjangan reguler yang diatur secara nasional oleh Kementerian Keuangan, diantaranya:

  • Tunjangan Jabatan Struktural: Untuk posisi Camat (Eselon III-a), tunjangan jabatannya berkisar sekitar Rp1.260.000 per bulan.
  • Tunjangan Keluarga: Tunjangan suami/istri (5 persen dari gaji pokok) dan tunjangan anak (2 persen dari gaji pokok, maksimal 2 anak).
  • Tunjangan Pangan/Beras: Diberikan dalam bentuk uang senilai dengan porsi beras harian untuk anggota keluarga.

Tunjangan Kinerja/ Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)

Besaran tunjangan ini sangat bergantung pada kebijakan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tempat Camat bertugas. Perbedaan PAD membuat total bawaan pulang (take-home pay) antardaerah berbeda jauh:

  • DKI Jakarta: Berdasarkan aturan daerah setempat, tunjangan kinerja (kinerja daerah) untuk jabatan camat bisa mencapai Rp39.960.000 per bulan. Sehingga, total penghasilan camat di Jakarta bisa menembus lebih dari Rp44 juta per bulan.
  • Daerah Lain: Kabupaten atau kota dengan PAD standar umumnya menetapkan TPP berkisar antara Rp5.000.000 hingga Rp15.000.000 per bulan.

Fasilitas Operasional Camat

Selain gaji dan tunjangan, camat umumnya mendapat fasilitas penunjang kerja dari pemerintah daerah, seperti:

  • Kendaraan dinas
  • Rumah dinas di beberapa daerah
  • Biaya operasional kecamatan
  • Fasilitas perjalanan dinas

Namun, fasilitas tersebut tidak selalu sama di tiap wilayah karena menyesuaikan kebijakan pemerintah daerah masing-masing.

Baca juga: Gaji Selalu Habis Buat Bayar Cicilan? Ubah Pola Pikir Ini Kalau Kamu Mau Cepat Bebas Hutang

Simulasi Total Penghasilan Camat

Sebagai gambaran, berikut simulasi pendapatan camat di daerah dengan TPP menengah:

  • Gaji pokok golongan IV/a: Rp4,5 juta
  • Tunjangan jabatan: Rp1 juta
  • TPP daerah: Rp6 juta
  • Tunjangan keluarga dan lainnya: Rp1 juta

Total penghasilan bisa mencapai sekitar Rp12 juta hingga Rp15 juta per bulan sebelum potongan pajak dan iuran lainnya.

Di daerah tertentu dengan tunjangan kinerja tinggi, total pendapatan camat bahkan dapat lebih besar.

Kenapa Penghasilan Camat Bisa Berbeda

Banyak masyarakat heran karena penghasilan camat di satu daerah bisa jauh berbeda dengan daerah lain. Penyebab utamanya adalah tunjangan kinerja atau TPP yang bersumber dari APBD.

Daerah dengan pendapatan besar biasanya mampu memberikan tunjangan lebih tinggi kepada ASN, termasuk camat. Sementara daerah dengan anggaran terbatas memberikan TPP lebih kecil.

Karena itu, meski gaji pokok ASN relatif sama secara nasional, total take home pay camat bisa sangat bervariasi.

Jabatan camat sendiri bukan sekadar soal penghasilan. Tanggung jawabnya juga besar karena harus memastikan pelayanan publik, keamanan wilayah, hingga koordinasi pembangunan di tingkat kecamatan berjalan dengan baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bimbelipdn.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU