Kamis, 30 APRIL 2026 • 12:10 WIB

UEA Keluar dari OPEC, Apa Efeknya ke Harga Minyak Dunia?

Author


Bendera negara Uni Emirat Arab. (Freepik/MrDm)

INDOZONE.ID - Keputusan Uni Emirat Arab (UEA) keluar dari OPEC langsung menyita perhatian pasar global.

Langkah ini dinilai bisa memicu perubahan besar pada peta energi dunia, terutama di tengah memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Situasi semakin rumit karena ketegangan antara Iran dan Israel ikut menekan jalur distribusi energi global. Selat Hormuz, yang menjadi salah satu rute penting pengiriman minyak dunia, sempat terdampak dan membuat harga minyak mentah Brent menembus US$111 per barel.

Bagi banyak negara, termasuk Indonesia, kondisi ini berpotensi memicu kenaikan biaya logistik, harga bahan bakar, hingga tekanan terhadap sektor industri yang bergantung pada impor.

Baca juga: Satgas PASTI Hentikan 951 Pinjol Ilegal, Ini Modus Penipuan yang Perlu Diwaspadai

Kenapa UEA Keluar dari OPEC?

Keluarnya UEA disebut mencerminkan adanya perbedaan pandangan di antara negara anggota OPEC terkait kuota produksi minyak.

Selama ini, OPEC dikenal sebagai kelompok negara produsen minyak yang berupaya menjaga keseimbangan harga lewat pembatasan produksi.

Namun, tidak semua anggota selalu sepakat. Beberapa negara ingin meningkatkan produksi demi pendapatan nasional, sementara yang lain memilih menjaga pasokan tetap ketat agar harga tetap tinggi.

Efek ke Harga Minyak Dunia

Keluarannya UEA dari OPEC berpotensi memicu volatilitas harga minyak dunia. Sebab, pasar akan menilai ada kemungkinan negara tersebut meningkatkan produksi tanpa harus mengikuti kuota kelompok.

Jika produksi bertambah, harga minyak bisa turun. Namun jika konflik kawasan terus memanas dan distribusi terganggu, harga justru bisa naik lebih tinggi.

Artinya, harga minyak ke depan berpotensi bergerak agresif karena dipengaruhi banyak faktor.

Baca juga: Prabowo: Hilirisasi Jadi Kunci Indonesia Menuju Kemandirian Energi dan Ekonomi

Dampaknya ke Indonesia

Meski terjadi jauh di Timur Tengah, efeknya bisa terasa sampai Indonesia. Beberapa dampak yang mungkin muncul antara lain:

1. Harga BBM Berpotensi Naik

Jika harga minyak dunia terus naik, biaya impor energi Indonesia ikut meningkat.

2. Ongkos Logistik Meningkat

Kenaikan bahan bakar kapal dan transportasi bisa membuat biaya pengiriman barang semakin mahal.

3. Harga Barang Ikut Terdorong

Produk yang memakai bahan baku impor seperti pupuk, kimia, hingga elektronik berpotensi naik harga.

4. Tekanan ke Dunia Usaha

Pelaku usaha harus menghadapi biaya operasional lebih tinggi dan margin keuntungan yang menipis.

Baca juga: Top Innovation Choice Awards 2026 Resmi Digelar, Inovasi Ricu's Secret Raih Penghargaan

Peta Energi Dunia Bisa Berubah

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa dunia mulai bergerak menuju diversifikasi energi. Ketergantungan besar terhadap minyak dari satu kawasan dinilai terlalu berisiko.

Karena itu, banyak negara kini mempercepat transisi ke energi terbarukan, kendaraan listrik, dan sumber energi rendah karbon.

UEA keluar dari OPEC bukan sekadar isu politik energi biasa. Langkah ini bisa memengaruhi harga minyak dunia, memicu ketidakpastian pasar, dan berdampak ke biaya hidup masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Asiacommerce.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU