Kamis, 23 APRIL 2026 • 10:20 WIB

Pemerintah Rencanakan Pembangunan 2.772 Km Jalur Kereta Api di Kalimantan

Author

Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (tengah) usai Rapat Koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

INDOZONE.ID - Pemerintah menargetkan pembangunan jaringan kereta api sepanjang 2.772 kilometer di Pulau Kalimantan, guna memperkuat konektivitas serta mendukung distribusi logistik di wilayah tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap perencanaan dan pengkajian mendalam.

“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” ujar AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Jakarta, dikutip Kamis (23/4/2026).

Menurut AHY, pemerintah akan membentuk komite khusus yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk menyempurnakan rencana tersebut.

Baca juga: Menhub dan Menko IPK Bahas Rencana Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Komite ini juga bertugas menyesuaikan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) agar sejalan dengan kebutuhan pembangunan di Kalimantan.

Kalimantan Belum Miliki Jaringan Kereta Api

AHY mengungkapkan hingga saat ini Kalimantan belum memiliki jalur kereta api, sehingga panjang jaringan di wilayah tersebut masih nol kilometer.

Baca juga: Purbaya Tolak Utang Kereta Cepat Pakai APBN, Lalu Siapa yang Bayar?

Padahal, kawasan ini memiliki potensi besar, terutama di sektor sumber daya alam seperti mineral yang membutuhkan dukungan transportasi efisien.

Dorong Konektivitas dan Efisiensi Logistik

Pembangunan jalur kereta api dinilai dapat membuka akses antarwilayah di Kalimantan, mulai dari utara, timur, selatan, tengah, hingga barat.

Selain itu, keberadaan moda transportasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi logistik, khususnya untuk komoditas unggulan.

“Pembangunan ini juga berpotensi mempercepat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah komoditas,” kata AHY.

Meski demikian, pemerintah belum menetapkan target waktu pembangunan maupun detail rute karena masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian dan lembaga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU