INDOZONE.ID - Indonesia kini memiliki langkah baru yang cukup besar di dunia kripto. Indonesia Crypto Exchange (ICEx) resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional.
Peluncuran ini jadi sinyal kuat Indonesia semakin serius membangun ekosistem aset digital yang lebih matang dan terpercaya.
Didukung oleh konsorsium 11 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), ICEx hadir dengan modal awal sebesar US$70 juta.
Acara peresmiannya sendiri digelar di Hotel St. Regis Jakarta dan dihadiri lebih dari 350 tamu dari berbagai kalangan, mulai dari regulator, pelaku industri, hingga stakeholder lainnya.
Baca juga: Kebijakan Pemerintah WFH 1 Hari dalam Sepekan Dinilai Mampu Tekan Konsumsi Energi
ICEx juga sudah mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Penyelenggara Bursa Aset Keuangan Digital, termasuk aset kripto. Izin tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor KEP-2/D.07/2026 yang diterbitkan pada 5 Januari 2026.
Bukan hanya itu, ICEx juga melengkapi ekosistemnya dengan dua entitas penting lainnya, yaitu International Crypto Custodian (ICC) dan Crypto Asset Clearing International (CACI), yang masing-masing juga sudah mendapatkan izin resmi.
Dengan begitu, ICEx Group kini beroperasi dalam satu sistem terintegrasi sebagai bagian dari Self-Regulatory Organization (SRO).
Dalam operasionalnya, ICEx menggandeng 11 platform kripto besar di Indonesia seperti Triv, Tokocrypto, Indodax, Ajaib Kripto, Reku, Upbit Indonesia, Nanovest, FLOQ, OSL Indonesia, Samuel Kripto Indonesia, dan Mobee Indonesia.
Kai Pang, CEO ICEx Group, menjelaskan bahwa platform ini memang dibangun dengan fokus pada kekuatan pasar dalam negeri.
“Indonesia Crypto Exchange hari ini diluncurkan bersama 11 PAKD dengan dukungan modal sebesar US$70 juta. Kami sempat mendiskusikan berbagai opsi penamaan, namun pada akhirnya kami memilih untuk menegaskan asal dan kekuatan yang kami miliki, yaitu Indonesia. Saat ini, Indonesia sedang membangun infrastruktur perdagangan aset kripto berstandar global, dan kami ingin mewujudkannya secara langsung,” ujarnya.
Baca juga: Kemenperin Bentuk LSP TKDN, Verifikator Kini Harus Bersertifikat
Ia juga menegaskan bahwa ICEx bukan hanya soal identitas nasional, tapi juga memiliki visi global.
“ICEx adalah Indonesia Crypto Exchange. Berakar di Indonesia dan dibangun dengan ambisi global. Ekosistem tidak akan tumbuh hanya dengan menjadi generik, tetapi harus dibangun oleh pelaku yang memahami pasar secara mendalam. Peluncuran ini sangat penting untuk mengambil posisi tentang bagaimana kawasan melihat Indonesia dalam industri aset keuangan digital,” tambahnya.
Infrastruktur Tiga Lapis, Bikin Sistem Lebih Solid
Salah satu hal yang membuat ICEx beda adalah sistemnya yang menggunakan struktur tiga lapis. Jadi, semua proses dari transaksi sampai penyimpanan aset jadi lebih terintegrasi dan aman.
Tiga lapisan tersebut meliputi:
- Bursa ICEx sebagai pengatur dan pengawas pasar
- CACI yang mengurus kliring dan penjaminan transaksi
- ICC yang bertanggung jawab atas penyimpanan aset digital
Dengan sistem ini, semua proses nggak lagi jalan sendiri-sendiri, tapi jadi satu kesatuan yang saling terhubung. Hasilnya, risiko bisa ditekan dan kepercayaan investor pun meningkat.
Andi Nirwoto, CEO CACI, menjelaskan pentingnya peran kliring dalam sistem ini.
“Sebagai lembaga kliring yang menangani proses penyelesaian transaksi dan penjaminan, Crypto Asset Clearing International, CACI, berfungsi penting dalam mengurangi risiko antar pihak serta mendukung terciptanya mekanisme pasar yang lebih stabil dan siap untuk partisipasi institusional. Integrasi fungsi kliring dalam ekosistem ini membantu memitigasi risiko antar pihak dan memastikan proses penyelesaian transaksi berjalan lebih terjamin.” ungkap Andi.
Baca juga: Industri Indonesia Tetap Tumbuh meski Dunia Lagi Kacau
Sementara itu, Septiyan Andika Isanta selaku CEO ICC juga menekankan pentingnya keamanan dalam penyimpanan aset digital.
“ICC sebagai pengelola penyimpanan aset keuangan digital berstandar institusional menghadirkan infrastruktur yang aman, transparan, dan andal. Kami memastikan perlindungan investor melalui kepatuhan terhadap regulasi serta penerapan standar keamanan internasional. Peran ICC turut mendukung ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan dengan menjaga integritas serta pengelolaan risiko yang baik.” pungkasnya.
Dampak ke Pasar Kripto Indonesia
Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan adopsi kripto yang tinggi, terutama dari sisi investor ritel. Kehadiran ICEx bisa jadi game changer karena membawa sistem yang lebih terstruktur dan profesional.
Dengan kontribusi dari 11 anggota strategisnya, ICEx mewakili porsi besar dari transaksi kripto nasional dan ini otomatis memperkuat posisi Indonesia di level regional ASEAN bahkan global.
Menariknya, ICEx nggak sekadar mengadopsi sistem dari luar, tapi justru membangun modelnya sendiri yang sesuai dengan karakter pasar Indonesia. Mulai dari pelaku industri lokal, pengelolaan oleh bursa dalam negeri, hingga pengawasan langsung dari regulator nasional.
Dari sisi regulasi, kehadiran ICEx juga bikin hubungan antara pelaku industri dan regulator jadi lebih jelas. Sistemnya lebih transparan, terstruktur, dan punya kepastian hukum yang lebih kuat.
Baca juga: Pabrik Ngerem Produksi Usai Lebaran, IKI Tetap Hijau
Gabriel Rey, Founder dan CEO TRIV Group, juga menyampaikan optimismenya terhadap masa depan ekosistem kripto di Indonesia.
“Kami sangat bangga turut serta dalam mendukung bursa ICEx yang terdiri dari infrastruktur bersama yang kuat secara institusional. Langkah ini memungkinkan Group kami untuk terus berinovasi dan dalam kerangka regulasi yang jelas. Kami meyakini jumlah investor kripto di Indonesia akan terus bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan, dan Triv Group siap untuk mendukung serta berkolaborasi secara penuh bersama ICEx dalam mendorong perkembangan ekosistem ini,” ujarnya.
Dengan hadirnya ICEx, Indonesia semakin menunjukkan kalau industri kripto di sini bukan sekadar tren, tapi sudah mulai masuk fase yang lebih serius dan terarah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung