INDOZONE.ID - Dunia pasar modal atau saham sekarang emang lagi jadi primadona banget buat anak muda yang pengen punya penghasilan tambahan atau sekadar investasi jangka panjang.
Tapi jujur saja, pas pertama kali buka aplikasi trading, pasti banyak yang merasa pusing melihat angka yang terus bergerak naik turun dengan warna merah dan hijau yang kontras.
Belum lagi istilah-istilah teknis yang terdengar asing di telinga. Nah, biar kamu nggak cuma ikut-ikutan tren tapi juga paham cara mainnya, ada beberapa istilah dasar yang wajib banget dikuasai.
Dilansir dari YouTube @Pelatihan Profit Internasional, memahami mekanisme eksekusi order itu krusial banget biar kamu nggak kehilangan momentum saat pasar lagi ramai-ramainya.
Baca juga: Kenali Dividend Yield: Rahasia Dapat Cuan Tambahan dari Investasi Saham
Memahami Pondasi Utama Antara Bid dan Offer
Sebelum kita masuk ke istilah yang lebih dalam, kamu harus kenalan dulu sama yang namanya Bid dan Offer.
Bayangkan saja pasar saham itu kayak pasar tradisional, tapi versi digital dan super cepat.
Di aplikasi trading kamu, kolom Bid itu isinya adalah daftar harga antrean buat orang-orang yang mau beli saham. Lokasinya biasanya ada di sebelah kiri.
Sebaliknya, kolom Offer atau sering juga disebut Ask adalah daftar harga antrean buat mereka yang mau menjual sahamnya, yang posisinya ada di sebelah kanan.
Di sana kamu juga bakal melihat volume, yaitu jumlah lot yang lagi antre di harga tersebut.
Kalau volumenya tebal, berarti banyak banget yang lagi nunggu di harga itu. Memahami dua kolom ini adalah kunci awal biar kamu tahu ke mana arah angin pergerakan harga saham hari itu.
Strategi Hajar Kiri buat Kamu yang Ingin Cepat Jual
Pernah nggak kamu merasa panik karena harga saham yang kamu pegang tiba-tiba turun drastis dan kamu pengen langsung keluar biar nggak makin rugi?
Di sinilah istilah Haki atau Hajar Kiri berperan. Strategi ini digunakan oleh para investor atau trader yang sudah punya saham dan ingin segera menjualnya tanpa perlu antre lama-lama.
Caranya simpel banget, kamu langsung saja menjual saham kamu ke harga yang ada di kolom Bid atau kolom sebelah kiri.
Dengan melakukan Haki, saham kamu bakal langsung terjual saat itu juga karena kamu langsung "menyambar" orang yang sudah siap beli di harga antrean tersebut.
Tapi kalau kamu merasa santai dan nggak terburu-buru, kamu bisa pilih antre jual di kolom Offer dan nunggu sampai ada pembeli yang mau ambil harga kamu. Pilihan ini balik lagi ke strategi masing-masing, yaa!
Cara Instan Dapatkan Saham Lewat Hajar Kanan
Nah, kalau tadi soal jual, sekarang kita bahas soal beli. Kalau kamu melihat ada saham yang potensinya bakal terbang tinggi dan kamu nggak mau ketinggalan momen, istilah Haka atau Hajar Kanan adalah solusinya.
Ini adalah aksi di mana kamu langsung membeli saham di harga yang ada di kolom Offer atau kolom sebelah kanan.
Keuntungannya adalah kamu nggak perlu nunggu antrean beli di kolom Bid yang mungkin saja harganya nggak bakal pernah turun ke sana.
Dengan melakukan Haka, saham itu langsung masuk ke portofolio kamu detik itu juga. Memang sih, harganya bakal sedikit lebih mahal dibanding kalau kamu antre beli di bawah, tapi buat kamu yang ngejar momentum, cara ini efektif banget biar barang idaman nggak keburu lari.
Kapan Waktu yang Pas buat Melakukan Eksekusi Instan?
Melakukan Haka atau Haki itu nggak boleh asal asalan karena ada seninya sendiri. Disarankan buat kamu melakukan Hajar Kanan kalau secara analisis teknikal harga saham tersebut sudah berhasil menembus area resistance atau titik jenuh atasnya.
Kalau sudah tembus, biasanya harga bakal lanjut naik lebih tinggi, jadi nggak masalah kalau kamu ambil di harga Offer.
Sebaliknya, kalau harga masih jauh dari resistance atau malah lagi di dekat area support, lebih baik kamu sabar dan antre beli saja di kolom Bid.
Dengan begitu, kamu bisa dapat harga yang lebih murah dan potensi cuannya jadi lebih lebar.
Jadi, selalu cek chart kamu dulu sebelum memutuskan mau hajar kanan atau antre manis saja.
Baca juga: Mengenal Bandar Saham: Kunci Rahasia Cuan untuk Para Trader Pemula
Mengenal Fitur Amend untuk Merubah Strategi di Tengah Jalan
Dalam trading saham, rencana bisa saja berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar yang dinamis.
Untungnya, aplikasi trading menyediakan fitur yang namanya Amend atau ubah pesanan.
Fitur ini berguna banget kalau kamu lagi antre beli atau jual tapi tiba-tiba pengen ganti harga atau jumlah lotnya.
Selama pesanan kamu belum Match atau Done alias belum terjual atau terbeli, kamu bebas merubah angkanya.
Misalnya kamu lagi antre jual di harga 282, tapi tiba-tiba melihat antrean beli makin kuat dan harganya mau naik lagi, kamu bisa melakukan Amend ke harga yang lebih tinggi seperti 286.
Tapi ingat ya, kalau statusnya sudah Match, fitur ini sudah nggak bisa dipakai lagi karena transaksi sudah dianggap sah dan barang sudah berpindah tangan.
Manfaatkan Fitur Withdraw saat Kondisi Pasar Berubah Total
Selain merubah harga, ada kalanya kita merasa kalau pilihan kita sebelumnya salah total. Kalau sudah begini, kamu bisa pakai fitur Withdraw atau tarik pesanan.
Ini fungsinya buat membatalkan antrean kamu secara total. Misal kamu lagi antre beli sebuah saham, eh tiba-tiba ada berita buruk yang bikin harga saham itu terjun bebas, langsung saja lakukan Withdraw biar uang kamu nggak nyangkut di saham yang lagi ambruk.
Menjadi trader yang cerdas berarti tahu kapan harus maju, kapan harus merubah rencana, dan kapan harus mundur sejenak demi mengamankan modal yang kamu punya.
Pentingnya Menjaga Psikologi dan Mengamati Volume Pasar
Trading itu bukan cuma soal teknis rumus-rumus saja, tapi juga soal mental atau psikologi. Memilih antara mau antre atau langsung eksekusi Haka dan Haki butuh ketenangan pikiran.
Kamu harus teliti melihat volume pada Bid dan Offer. Kalau antrean di kolom Bid sangat tebal, itu tanda kalau ada kekuatan pasar yang lagi menjaga harga supaya nggak jatuh.
Sebaliknya kalau Offer yang tebal, berarti banyak yang mau jualan di sana. Dengan mengamati pergerakan volume ini, kamu jadi punya insting yang lebih kuat buat menentukan langkah.
Jangan sampai kamu melakukan Haka cuma karena FOMO atau takut ketinggalan tanpa dasar analisis yang jelas, karena itu cuma bakal bikin mental kamu drop kalau ternyata harganya malah turun.
Baca juga: Cara Menyiapkan Masa Pensiun Anti Ribet dengan Investasi Saham Blue Chip
Memahami ritme pasar dan istilah-istilah seperti Haka, Haki, hingga Amend bakal bikin kamu jadi investor yang lebih profesional dan nggak gampang panik.
Semua fitur dan strategi ini diciptakan buat memudahkan kita dalam mengambil keputusan terbaik di tengah cepatnya arus informasi bursa efek.
Semakin sering kamu berlatih dan mengamati, insting kamu dalam melihat celah keuntungan pasti bakal makin terasah.
Trading saham emang menantang, tapi dengan ilmu yang cukup, kamu pasti bisa menaklukkan pasar dan meraih cuan yang konsisten.
Jadi, jangan pernah berhenti belajar dan selalu update informasi terbaru soal dunia keuangan, yaa! Selamat trading dan semoga portofolio kamu selalu hijau royo-royo!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube