Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 17:14 WIB

Jelang Pengumuman WTE Danantara, Thomas William Sebut DAAZ Muncul dalam Rumor Pemenang

Author

Analis pasar Thomas William (Towils) (Handout)

INDOZONE.ID - Jelang pengumuman pemenang lelang tahap pertama pada Februari 2026, Proyek Waste-to-Energy (WTE) Danantara memasuki fase paling krusial. Analis pasar Thomas William (Towils) menyebut akan ada banyak kejutan dalam penentuan pemenang proyek.

“Selama ini yang dirumorkan kan OASA, TOBA, MHKI. Tapi yang saya dengar justru bisa saja bukan nama-nama itu. Ada kemungkinan yang dapat malah DAAZ. Ini masih rumor ya, belum ada konfirmasi resmi. Kita lihat saja nanti benar atau tidak,” ujarnya dikutip dari YouTube Ajaib CuanTalks Podcast, Rabu (17/2/2026).

Pada saat proses seleksi, dari total 24 peserta, hanya 4 yang akan ditetapkan sebagai pemenang, sebelum proyek memasuki tahap groundbreaking pada Maret 2026 dan berlanjut ke fase ekspansi hingga pertengahan tahun. Dengan timeline yang semakin dekat, perhatian pasar mulai meningkat dan spekulasi pun berkembang. 

Proses Seleksi Ketat

Proyek WTE Danantara menetapkan standar teknis dan finansial yang tidak ringan. Peserta wajib memiliki pengalaman mengoperasikan fasilitas WTE dengan kapasitas minimal 1.000 ton per hari serta memiliki rekam jejak operasional dan pemeliharaan (O&M) yang teruji. 

Baca juga: Danantara Bangun 1.275 Hunian Sementara di Tiga Provinsi Terdampak Bencana

Dari sisi finansial, perusahaan harus memiliki aset besar, struktur ekuitas kuat, dan rasio utang yang sehat. Kriteria ini secara alami menyaring peserta menjadi kelompok pemain besar dengan kapasitas dan pengalaman industri yang matang.

Dalam proyek berskala besar, periode menjelang pengumuman pemenang sering kali menjadi fase dengan ekspektasi tinggi dan sensitivitas pasar yang meningkat. 

Spekulasi, positioning lebih awal, hingga pergerakan volume transaksi menjadi bagian dari dinamika tersebut. 

Namun penting dicatat, rumor tetaplah rumor. Hasil akhir akan ditentukan oleh pengumuman resmi serta nilai kontrak, skema pembiayaan, dan struktur proyek yang disepakati.

Di luar dinamika pasar jangka pendek, proyek WTE Danantara memiliki dampak yang lebih luas terhadap pengelolaan sampah, ketahanan energi domestik, dan arah investasi pada sektor transisi energi.

Siapa Sosok DAAZ?

Dalam podcast tersebut, Towils menyebut nama DAAZ, yang merupakak PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ). Di kalangan pelaku pasar, pernyataan tersebut memicu diskusi baru. 

Baca juga: Danantara Siapkan Reformasi BUMN Mulai 2026, Targetkan Kinerja Lebih Tangguh dan Bernilai

Sebab nama tersebut sebelumnya tidak menjadi fokus utama dalam rumor awal proyek WTE. 

Seiring beredarnya spekulasi tersebut, peningkatan volume transaksi pada saham terkait sempat terlihat. Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat pernyataan resmi mengenai keterlibatan atau posisi emiten tersebut dalam struktur konsorsium tahap pertama.

Jika berjalan sesuai rencana, proyek ini berpotensi menjadi bagian dari perubahan struktural dalam ekosistem energi dan lingkungan Indonesia. Februari 2026 akan menjadi titik pembeda, apakah hasilnya sesuai ekspektasi yang berkembang, atau menghadirkan kejutan seperti yang dirumorkan. Kepastian tinggal menunggu pengumuman resmi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU