Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 14 JANUARI 2026 • 16:40 WIB

Danantara Siapkan Reformasi BUMN Mulai 2026, Targetkan Kinerja Lebih Tangguh dan Bernilai

Danantara Siapkan Reformasi BUMN Mulai 2026, Targetkan Kinerja Lebih Tangguh dan BernilaiDanantara. (ANTARA)dana

INDOZONE.ID - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menegaskan bahwa reformasi terhadap perusahaan-perusahaan besar milik negara, akan menjadi agenda utama mulai 2026. 

Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kinerja, meningkatkan nilai perusahaan, serta memastikan BUMN mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Dalam dokumen Danantara Economic Outlook 2026 yang dirilis di Jakarta, Rabu (14/1/2026), Danantara menyebut sejumlah bank BUMN berada dalam posisi yang tepat untuk pemulihan pendapatan. 

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dinilai akan diuntungkan oleh penurunan biaya dana dan membaiknya pertumbuhan kredit.

Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) disebut siap memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dengan memaksimalkan pemanfaatan aset yang dimiliki.

Baca juga: Dewan KEK Dorong Danantara Dukung Pembiayaan Pengembangan Kawasan di Indonesia Timur

Kepercayaan pasar terhadap Danantara juga mulai terbentuk, seiring kemajuan restrukturisasi di sejumlah BUMN seperti PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), dan PT Timah Tbk (TINS). Upaya pemulihan di tiga emiten tersebut dipandang sebagai bukti awal kredibilitas agenda reformasi yang sedang dijalankan.

Danantara menekankan bahwa total aset BUMN secara kolektif mencakup lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) nominal Indonesia. Artinya, setiap perbaikan kinerja dan efisiensi operasional BUMN akan berdampak luas terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional. 

Aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari juga sangat terkait dengan BUMN, mulai dari listrik yang disuplai PT PLN, bahan bakar oleh PT Pertamina, layanan penerbangan Garuda Indonesia, hingga simpanan masyarakat di bank-bank Himbara.

Presiden RI Prabowo Subianto telah menetapkan target untuk merampingkan jumlah BUMN dari lebih dari 1.000 entitas menjadi sekitar 200. Danantara menilai kebijakan ini harus dipahami sebagai program jangka menengah hingga panjang, bukan sekadar aksi korporasi dalam satu tahun.

“Bagi pasar publik, jumlah entitas yang lebih sedikit dapat berarti lebih sedikit konflik mandat dan keputusan bisnis yang lebih konsisten, yang pada akhirnya akan menghasilkan pengembalian yang lebih besar bagi pemegang saham dalam bentuk dividen,” tulis Danantara dalam dokumen tersebut.

Baca juga: Danantara Kerahkan 1.066 Relawan BUMN dan 109 Truk Bantu Pulihkan Sumatra

Melalui reformasi ini, Danantara menargetkan BUMN menjadi entitas yang lebih tangguh dalam menghadapi siklus ekonomi makro, termasuk fluktuasi harga komoditas dan meningkatnya volatilitas di pasar keuangan global yang dapat memengaruhi keputusan pembiayaan.

Respons pasar terhadap agenda ini juga dinilai positif. Danantara mencatat kenaikan tajam harga saham beberapa BUMN sebagai cerminan kepercayaan investor terhadap kemajuan restrukturisasi yang nyata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Danantara Siapkan Reformasi BUMN Mulai 2026, Targetkan Kinerja Lebih Tangguh dan Bernilai

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!