INDOZONE.ID - Manusia itu unik karena kebutuhannya nggak cuma satu atau dua, tapi berlapis-lapis.
Ada yang harus dipenuhi supaya bisa hidup, ada yang buat nyaman, dan ada yang bikin hidup terasa lebih seru dan bergengsi.
Nah, pembahasan kali ini fokus ke kebutuhan tersier, alias kebutuhan mewah yang biasanya baru muncul setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi.
Yuk, kita kulik lebih dalam supaya nggak salah kaprah soal prioritas hidup dan gaya hidup kekinian dilansir dari YouTube @Eduraya Teknologi selengkapnya!
Baca juga: Kenalan dengan Kebutuhan Primer: Pondasi Hidup dan Ekonomi Sehari-hari
Pengertian Kebutuhan Tersier
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan manusia akan barang atau layanan mewah yang sifatnya tidak wajib, tapi bisa meningkatkan kualitas hidup, status sosial, atau sekadar kepuasan pribadi.
Kalau kebutuhan primer itu mutlak untuk bertahan hidup dan kebutuhan sekunder untuk kenyamanan, kebutuhan tersier muncul untuk kesenangan ekstra.
Misalnya, liburan ke luar negeri, mobil sport, atau perhiasan mahal, termasuk kategori tersier karena tidak dibutuhkan untuk hidup sehari-hari, tapi membuat hidup terasa lebih “wah”.
Contoh Kebutuhan Tersier
Kalau mau lebih konkret, kita bisa lihat beberapa contoh kebutuhan tersier yang sering ditemui di kehidupan sehari-hari:
- Liburan ke destinasi eksotis seperti Bali, Maldives, atau Eropa. Ini bukan kebutuhan primer, tapi bikin status sosial dan pengalaman hidup naik level.
- Mobil mewah atau motor sport. Kendaraan ini lebih untuk gaya hidup dan pamer status, berbeda dengan mobil keluarga atau motor untuk kebutuhan transportasi sehari-hari.
- Perhiasan dan jam tangan branded. Selain bisa dipakai, sering kali jadi simbol prestise di mata orang lain.
- Barang teknologi terbaru, misal smartphone premium, gadget terbaru, atau komputer gaming. Fungsinya lebih ke hiburan dan kepuasan pribadi.
- Rumah dengan fasilitas mewah, seperti kolam renang, home theater, atau smart home system. Ini bukan kebutuhan pokok untuk bertahan hidup, tapi meningkatkan kenyamanan dan gaya hidup.
Perbedaan Kebutuhan Primer, Sekunder, dan Tersier
Penting untuk memahami perbedaan ketiga kebutuhan ini supaya nggak salah prioritas:
Kebutuhan primer adalah yang wajib dipenuhi supaya manusia bisa hidup, seperti pangan, sandang, dan papan. Tanpa ini, hidup kita akan terganggu.
Kebutuhan sekunder muncul setelah primer terpenuhi, berfungsi sebagai pelengkap dan penunjang kenyamanan, misalnya alat transportasi, perabot rumah, atau alat elektronik dasar.
Kebutuhan tersier muncul terakhir, sifatnya mewah dan relatif bagi setiap orang. Contohnya liburan, perhiasan, mobil mahal, dan gadget premium.
Baca juga: Mengenal Kebutuhan Sekunder: Bukan Cuma Tambahan, tapi Penting Buat Hidup Lebih Nyaman
Sifat Relatif Kebutuhan Tersier
Nah yang unik dari kebutuhan tersier adalah sifatnya relatif. Artinya, barang yang dianggap mewah bagi satu orang, bisa jadi kebutuhan primer atau sekunder bagi orang lain tergantung profesi, penghasilan, dan lingkungan. Contohnya:
- Seorang nelayan menganggap perahu sebagai kebutuhan primer karena itu alat kerja untuk hidup. Namun bagi penggemar hobi memancing, perahu bisa masuk kategori tersier karena bukan kebutuhan hidup sehari-hari.
- Smartphone bagi pekerja kantoran mungkin termasuk kebutuhan sekunder karena menunjang pekerjaan, tapi bagi influencer digital bisa jadi kebutuhan primer karena jadi alat utama kerja dan penghasilan.
Relativitas ini menunjukkan bahwa batasan antara primer, sekunder, dan tersier nggak absolut.
Nah yang penting adalah menyesuaikan kebutuhan dengan kemampuan finansial, prioritas hidup, dan tujuan pribadi.
Kenapa Penting Memahami Kebutuhan Tersier?
Memahami kebutuhan tersier penting supaya kita nggak kebablasan dalam mengatur keuangan.
Banyak orang yang langsung ngejar barang mewah tanpa memastikan kebutuhan primer dan sekunder sudah terpenuhi.
Akibatnya, finansial bisa terganggu karena gaya hidup mewah tidak seimbang dengan pendapatan.
Selain itu, memahami kebutuhan tersier juga bikin kita lebih bijak dalam membuat keputusan konsumsi.
Kita bisa membedakan mana barang atau layanan yang benar-benar dibutuhkan untuk kenyamanan hidup, dan mana yang cuma bikin senang sesaat tapi bikin kantong tipis.
Baca juga: Harga Kebutuhan Hidup Makin Mahal, Ini Pola Pikir Peternak yang Diam-diam Bikin Mental Kaya!
Jadi, kebutuhan tersier itu bukan tentang hidup hemat atau pelit, tapi soal prioritas dan kesadaran finansial.
Barang mewah dan pengalaman seru itu sah-sah saja, asal kebutuhan primer dan sekunder sudah terpenuhi.
Intinya, penuhi dulu yang wajib, nikmati yang nyaman, baru sambil-sambil tambahkan yang bikin hidup lebih seru.
Dengan begitu, hidup tetap seimbang, kantong aman, dan gaya hidup tetap bisa stylish tanpa drama finansial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube