Sabtu, 07 FEBRUARI 2026 • 21:25 WIB

Pasar Monopsoni: Ketika Satu Pembeli Jadi Penguasa Harga di Pasar

Author

Ilustrasi Pengertian Pasar Monopsoni. (Freepik)

INDOZONE.ID - Kalau biasanya kita dengar soal pasar monopoli yang dikuasai satu penjual, ternyata ada versi kebalikannya juga, lho. Namanya pasar monopsoni.

Di sini bukan penjual yang pegang kendali, tapi justru pembeli. Kondisi ini sering kejadian tanpa kita sadari, terutama di sektor tenaga kerja, pertanian, sampai industri besar.

Lewat penjelasan dari YouTube @Kuliah Online Ekonomi, konsep pasar monopsoni dibahas dengan cara yang cukup mudah dipahami dan relevan sama kehidupan sehari-hari, khususnya buat pelajar dan mahasiswa yang lagi belajar ekonomi.

Baca juga: 9 Tanaman yang Bisa Jadi Penyelamat Finansial Saat Krisis Pangan, Wajib Dicoba di Rumah!

Pengertian Pasar Monopsoni

Pasar monopsoni adalah kondisi pasar di mana hanya ada satu pembeli yang berhadapan dengan banyak penjual. Karena cuma satu pembeli, otomatis posisinya jadi super kuat.

Pembeli ini punya kekuatan pasar atau market power untuk menentukan harga. Dalam istilah ekonomi, pembeli di pasar monopsoni disebut sebagai price maker.

Berbeda dengan pasar persaingan sempurna, di mana pembeli cuma bisa nerima harga pasar alias price taker, di pasar monopsoni pembeli bisa menekan harga sesuai kepentingannya.

Sementara itu, penjual sering kali nggak punya pilihan lain selain menerima harga tersebut.

Cara Kerja Pasar Monopsoni

Dalam pasar monopsoni, pembeli nggak asal beli. Ada perhitungan ekonomi yang jadi dasar pengambilan keputusan.

Dua konsep penting yang sering dipakai adalah Marginal Value atau MV dan Marginal Expenditure atau ME.

MV bisa dibilang nilai tambahan yang didapat pembeli dari satu unit barang tambahan. Sedangkan ME adalah biaya tambahan yang harus dikeluarkan pembeli untuk mendapatkan satu unit barang ekstra.

Prinsipnya simpel: pembeli bakal terus beli selama MV masih lebih besar daripada ME. Titik keseimbangan tercapai ketika MV sama dengan ME.

Karena pembelinya cuma satu, setiap tambahan pembelian bisa bikin harga naik. Inilah yang bikin ME selalu berada di atas harga rata-rata.

Harga dan Jumlah Barang yang Diperjualbelikan

Ciri khas pasar monopsoni yang paling gampang dikenali adalah harga yang dibayar ke penjual cenderung lebih rendah.

Selain itu, jumlah barang atau jasa yang diperdagangkan juga lebih sedikit dibandingkan pasar persaingan sempurna.

Di pasar persaingan sempurna, harga terbentuk dari mekanisme pasar. Harga, ME, dan AE berada di titik yang sama.

Tapi di pasar monopsoni, kurva AE naik seiring bertambahnya jumlah barang. Akibatnya, kurva ME ada di atas AE.

Pembeli monopsoni akan menentukan jumlah pembelian di titik MV sama dengan ME, lalu menarik harga ke kurva AE.

Hasil akhirnya, penjual menerima harga yang lebih rendah, sementara pembeli bisa menekan biaya semaksimal mungkin.

Baca juga: 7 Cara Keluar dari Mindset Orang Miskin: Stop Nyalahin Keadaan, Saatnya Ubah Pola Pikir untuk Finansial!

Ilustrasi Pengertian Pasar Monopsoni.

Contoh Pasar Monopsoni di Kehidupan Nyata

Contoh paling sering ditemui dari pasar monopsoni adalah di pasar tenaga kerja. Bayangkan sebuah daerah terpencil yang cuma punya satu perusahaan besar, misalnya perusahaan tambang.

Perusahaan ini jadi satu-satunya tempat warga sekitar bisa bekerja. Karena nggak ada pilihan lain, perusahaan bisa membayar upah lebih rendah dari standar pasar.

Kalau di pasar persaingan upah seharusnya 12 dolar per jam, di pasar monopsoni bisa saja turun jadi 8 dolar. Pekerja tetap menerima karena tidak punya alternatif pekerjaan lain.

Selain itu, pasar monopsoni juga sering terjadi di sektor pertanian. Petani kecil biasanya hanya punya satu pembeli besar, seperti pabrik pengolahan atau tengkulak. Mau tidak mau, harga jual hasil panen harus mengikuti kemauan pembeli tersebut.

Dampak Pasar Monopsoni bagi Ekonomi

Pasar monopsoni bukan cuma soal harga murah dan pembeli untung besar. Ada dampak ekonomi yang cukup serius, salah satunya deadweight loss atau kerugian kesejahteraan ekonomi.

Deadweight loss muncul karena jumlah transaksi di pasar monopsoni lebih sedikit dari jumlah ideal di pasar persaingan sempurna.

Produsen kehilangan potensi pendapatan, sementara konsumen atau pembeli memang untung, tapi secara keseluruhan pasar justru mengalami kerugian.

Kerugian ini tidak dinikmati oleh siapa pun. Ibaratnya, ada potensi kesejahteraan yang seharusnya bisa dinikmati bersama, tapi malah hilang begitu saja.

Faktor yang Memengaruhi Kekuatan Monopsoni

Tidak semua pasar monopsoni punya kekuatan yang sama. Ada beberapa faktor yang bikin posisi pembeli jadi kuat atau justru melemah.

Pertama adalah elastisitas penawaran. Kalau penjual mudah mencari pasar lain, kekuatan monopsoni otomatis melemah. Penjual jadi nggak sepenuhnya bergantung pada satu pembeli.

Kedua adalah jumlah pembeli. Semakin banyak pembeli yang masuk ke pasar, semakin kecil kekuatan monopsoni. Penjual punya lebih banyak pilihan dan bisa menawar harga.

Ketiga adalah tingkat persaingan antar pembeli. Walaupun jumlah pembeli sedikit, kalau mereka bersaing ketat, kekuatan monopsoni juga bisa berkurang.

Monopoli Bilateral

Ada satu kondisi unik yang sering dibahas dalam ekonomi, yaitu monopoli bilateral. Ini terjadi ketika hanya ada satu pembeli dan satu penjual di pasar. Dalam kondisi ini, harga tidak sepenuhnya ditentukan satu pihak saja.

Biasanya, harga terbentuk lewat proses tawar-menawar. Posisi pembeli dan penjual relatif seimbang, meskipun tetap ada tarik-ulur kepentingan.

Baca juga: 8 Kunci Sukses Finansial di Era Digital: Fokus Jadi Kunci Utama

Ilustrasi Pengertian Pasar Monopsoni. (Freepik)

Pasar monopsoni menunjukkan bahwa ketimpangan pasar tidak selalu datang dari sisi penjual. Pembeli juga bisa punya kekuatan besar untuk mengendalikan harga dan jumlah transaksi.

Meski menguntungkan pembeli, pasar monopsoni sering kali merugikan penjual dan menurunkan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan.

Dengan memahami konsep ini, kita jadi lebih peka melihat realitas ekonomi di sekitar, terutama soal ketimpangan kekuatan pasar yang sering terjadi tanpa disadari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU