Selasa, 20 JANUARI 2026 • 11:45 WIB

Apa Itu Trade Bazooka? Senjata Uni Eropa Hadapi Ancaman Tarif Trump Akibat Persoalan Greenland

Author

Ilustrasi bendera Uni Eropa (ioplus.nl)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum kepada Denmark untuk menjual Greenland sebelum Juni atau akan menghadapi tarif hukuman 10 sampai 25 persen per Februari.

Di Eropa, hal ini dinilai sebagai serangan kepada kedaulatan suatu negara. Menanggapi seruan tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengusulkan untuk pemimpin Eropa mengaktifkan Anti-Coercion Instrument (ACI) Uni Eropa atau yang dikenal sebagai “Trade Bazooka”.

Baca juga: Kemenperin Reformasi PPBB, Pasokan Bahan Baku Industri Kecil Menengah Dijamin

Apa itu Trade Bazooka?

Trade Bazooka (ACI) adalah instrumen yang memungkinkan Uni Eropa melakukan aksi pembalasan. Instrumen ini hadir pada akhir 2023 yang dirancang khusus, seperti kekuatan asing mempersenjatai perdagangan buat mendikte kebijakan Eropa.

Instrumen ini membuat Komisi Eropa punya wewenang untuk mengambil tindakan balasan tanpa persetujuan bulat dari 27 negara anggota. Keputusan ini diambil hanya dari pemungutan suara mayoritas berkualifikasi, jadi tidak ada negara yang bisa memveto kebijakan tersebut.

Selain itu, instrumen ini memiliki kerangka kerja UE, termasuk pada prosedur pemeriksaan, penetapan, keterlibatan, hingga langkah balasan potensial.

Baca juga: Market Cap Gak Pake Ribet! Ini Jenis dan Cara Hitungnya Biar Kamu Gak Salah Investasi

Bagaimana Cara Kerjanya?

Komisi Eropa maupun negara anggota memiliki hak untuk mengajukan instrumen ini. Dalam penerapannya, setidaknya perlu lebih dari setengah atau 55 persen dari total negara anggota. Angka ini dianggap sudah mewakili 65 persen dari total populasi Eropa.

Proses aktivasi instrumen ini diperlukan waktu untuk benar-benar diterapkan.  Komisi Eropa punya waktu empat bulan untuk menilai dugaan kasus pemaksaan ekonomi atau perdagangan. 

Setelah itu, Dewan Uni Eropa memiliki waktu 8-10 minggu setelah proposal Komisi diajukan untuk menentukan persetujuan atas tindakan yang diajukan. Setelah tahap ini, Komisi Eropa dapat lampu hijau untuk melakukan langkah balasan, yang berlaku hingga enam bulan.

Instrumen ini menjadi bukti bahwa Uni Eropa akan mengirimkan pesan kepada siapapun dan siap melawan tekanan, walaupun datang dari sekutunya.

Baca juga: Mendag Resmikan Kantor ATTEC, Dorong Ekspor dan Investasi Lewat Kolaborasi Bisnis Asia

Kehati-hatian dalam Menerapkan Trade Bazooka

Para pemimpin Eropa dijadwalkan akan bertemu di Forum Ekonomi Dunia Davos di Swiss, untuk membahas respon dari langkah AS. Acara ini disebut akan dihadiri juga oleh Donald Trump.

Greenland yang merupakan wilayah otonom dari Denmark, tengah diperbincangkan belakangan ini. Donald Trump mengeluarkan keinginannya untuk menguasai wilayah tersebut. Tuntutan Trump yang ingin membelinya bergeser dari retorika ke agresi ekonomi.

Menteri Keuangan sekaligus Wakil Kanselir Jerman, Lars Klingbeil, menyebut bahwa UE harus menyiapkan trade bazooka untuk membalas tarif Trump tersebut jika benar-benar terjadi. Akan tetapi, Jerman masih enggan untuk mengambil langkah tersebut karena ketergantungan ekonomi dengan AS.

Baca juga: Meski Produksi Batu Bara Dikurangi, ESDM Optimistis PNBP Minerba Tembus Rp134 Triliun

Tak hanya Jerman, Italia juga berhati-hati dalam menerapkan trade bazooka tersebut. Roma mendorong untuk mencapai kesepakatan dibandingkan adanya pembatasan. Walaupun demikian, Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni menyebut bahwa potensi tarif itu adalah keputusan yang salah.

Perlu diingat, keputusan kedepannya akan berpengaruh terhadap masa depan Uni Eropa. Bukan hanya dalam posisi geopolitik, melainkan juga otonomi strategisnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU