Kamis, 01 JANUARI 2026 • 09:05 WIB

Suriah Rilis Desain Uang Kertas Baru, Warganet Beri Beragam Masukan

Author

Mata uang baru Suriah (x/Greg_Galligan). 

INDOZONE.ID - Pemerintah Suriah memperkenalkan uang kertas baru yang akan mulai digunakan secara resmi pada awal 2026. 

Uang baru ini diperkenalkan dalam sebuah acara kenegaraan di Damaskus pada 29 Desember 2025.

Peluncuran tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa bersama istrinya, Latifa al-Droubi. 

Dalam desain terbarunya, pemerintah memilih menghilangkan gambar tokoh dan sejumlah nol. 

Visual lain yang dianggap lebih merepresentasikan identitas nasional hadir sebagai gantinya.

Baca juga: Aktivasi Coretax Masih Dibuka hingga Pelaporan SPT, DJP Ingatkan Wajib Pajak Tak Tunggu Akhir Tahun

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem ekonomi, mempermudah transaksi, serta membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap uang Lira yang selama ini mengalami tekanan.

Kebijakan tersebut langsung menuai respons dari publik, khususnya warganet di media sosial. 

Beragam tanggapan muncul, mulai dari dukungan hingga kritik, yang disertai saran agar desain uang baru tersebut lebih ramah digunakan oleh semua kalangan.

Dilansir dari unggahan akun X @Greg_Galligan pada Jumat (30/12/2025), Greg menilai uang baru Suriah memiliki tampilan yang menarik karena menonjolkan simbol-simbol nasional dibandingkan sosok individu.

"Mata uang Suriah yang baru menurut saya sangat indah. Sangat menggembirakan juga melihat gambar yang menekankan simbol-simbol nasional daripada individu, sehingga memberikan uang kertas tersebut karakter yang lebih abadi dan universal," tulisnya.

Baca juga: Menkeu Alokasikan Hingga Rp60 Triliun APBN 2026 untuk Pemulihan Daerah Terdampak Bencana di Sumatera

Namun, pendapat berbeda disampaikan warganet lain melalui akun X @AlSultan_Meriam. 

Ia menilai masih terdapat kekurangan dalam desain baru, terutama pada penggunaan warna yang dianggap terlalu mirip dan berulang.

Ia menyarankan agar setiap pecahan menggunakan warna yang berbeda dengan angka yang lebih menonjol, sehingga lebih mudah dikenali dan tidak membingungkan.

Menurutnya, desain tersebut berpotensi menyulitkan orang tua dan membuka celah penipuan, seperti menukar uang bernilai ratusan dengan pecahan puluhan untuk mengecoh korban.

"Pilihan yang sangat buruk sebenarnya. Mereka juga menghindari penggunaan karakter karena gambar itu haram. Mengapa Anda mengagungkan itu?" tulisnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: X/Greg_Galligan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU