Senin, 15 DESEMBER 2025 • 09:09 WIB

Banjir Aceh Timur Tewaskan 52 Orang, Kerugian Sementara Capai Rp5,39 Triliun

Author

Kondisi banjir yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (Instagram/@jktinfo)

INDOZONE.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur mendata total kerugian sementara akibat bencana hidrometeorologi yang melanda kabupaten tersebut diperkirakan mencapai Rp5,39 triliun.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur, Afifullah, menyampaikan di Aceh Timur, Minggu, bahwa angka kerugian tersebut meliputi kerusakan rumah warga, fasilitas publik, infrastruktur, serta dampak ekonomi bagi masyarakat yang terdampak banjir hampir di seluruh wilayah kabupaten.

"Kerugian ini cukup besar dan masih bersifat sementara. Pendataan terus dilakukan karena di lapangan masih banyak wilayah yang terisolir dan belum terjangkau sepenuhnya," kata dia, dikutip dari ANTARA, Senin (15/12/2025).

Baca juga: Pulihkan Mobilitas Warga, Kemen PU Genjot Pemasangan Jembatan Bailey di Aceh

Adapun kerusakan rumah warga terdiri atas 6.717 unit rusak berat, 4.671 unit rusak sedang, dan 7.040 unit rusak ringan. Selain rumah warga, banjir juga merusak berbagai fasilitas lainnya, seperti jembatan, jalan, rumah ibadah, sekolah, meunasah, dermaga, serta fasilitas layanan publik lainnya.

Ia menjelaskan bahwa banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi dan meluapnya beberapa sungai besar di Aceh Timur pada akhir November 2025 telah menimpa 267.714 jiwa dari 64.610 keluarga, yang tersebar di 433 gampong di 24 kecamatan. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 44.941 jiwa atau 11.897 keluarga kini berada di 689 lokasi pengungsian.

Sementara itu, 3.434 jiwa dari 1.024 keluarga tidak mengungsi dan memilih bertahan di rumah dengan kondisi terbatas.

"Ketinggian air dilaporkan bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai tiga meter di sejumlah wilayah terparah banjir juga menimbulkan korban jiwa sebanyak 52 orang meninggal dunia, sementara 894 orang mengalami luka ringan dan 306 orang luka berat," katanya.

Afifullah menyampaikan bahwa penanganan banjir di lapangan masih terkendala berbagai hal, seperti padamnya listrik, terganggunya operasional transportasi karena keterbatasan pasokan bahan bakar, terputusnya jaringan komunikasi, serta minimnya perahu karet untuk evakuasi dan distribusi bantuan.

Baca juga: Pertamina Salurkan Air Bersih Bagi Warga Aceh Tamiang Pascabencana

"Beberapa wilayah masih terisolir karena jembatan rusak, longsor, dan jalan putus. Ini menjadi tantangan besar dalam upaya penanganan darurat," ujarnya.

Menurut dia, pemerintah daerah bersama pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk mempercepat penanganan darurat, menyalurkan bantuan, serta melakukan pendataan lebih lanjut terkait dampak banjir.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir dan membantu warga yang terdampak," pungkas Afifullah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU