Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 18:39 WIB

Perusahaan Makin Serius Soal Kesetaraan hingga Jadi Panutan di Indonesia dan Asia

Author

Pekerja kantoran. (Freepik)
INDOZONE.ID - Dorongan penting untuk terus membangun tempat kerja yang aman, inklusif, dan memberi kesempatan kepada setiap orang untuk berkembang sangat penting dilakukan oleh sebuah perusahaan. Karena semua ini bisa mendukung keberhasilan dan kesuksesan perusahaan.

Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI)  menjalankan inklusi di seluruh tahap kehidupan, kemampuan, dan gender. Perjalanan ini diperkuat lewat kolaborasi yang dibangun bersama

Tujuannya bisa membangun lingkungan kerja yang lebih aman, lebih setara, dan berkelanjutan bagi semua. Hal itu dikatakan oleh Head of Corporate Communications, Sustainability, DEI & Culture, GCPI Wahyu Radita, 

“Inklusivitas bagi kami bukan program tambahan, tetapi cara kami menjalankan bisnis. Ini tentang membuka kesempatan yang setara bagi setiap orang, di setiap tahap kehidupannya.”

“Kami berusaha merancang kebijakan, sistem, dan fasilitas yang memberi ruang bagi setiap talent untuk tumbuh, berkontribusi, dan merasa dihargai,” ungkapnya kepada wartawan.

Perusahaan yang semakin peduli inklusi

Baca juga: 4 Cara Menyenangkan Agar Perusahaan Wujudkan Tempat Kerja yang Setara, Bisa Ditiru!

Karena konsisten mendukung kaum inklusi dan elderly, mendapatkan pengakuan dan Gold Winner untuk kategori Diversity, Equity & Inclusion (DEI) pada Asia ESG Positive Impact Awards 2025. 

Menurut Wahyu, pengakuan ini didapat berkat rangkaian kebijakan life-stage support yang komprehensif, termasuk elderly care leave dan domestic violence support. Bahkan kini menjadi rujukan di industri dan lintas sektor.

"Langkah kami ada di arah yang tepat, dan menjadi pengingat bahwa masih banyak yang bisa kami lakukan untuk menciptakan ekosistem yang lebih inklusif," tambahnya.

Baca juga: Jenis-Jenis Perusahaan Start-up yang Berkembang di Indonesia

Setelah itu, perusahaan juga membuka jalur karier jangka panjang bagi penyandang disabilitas melalui pelatihan, akomodasi kerja, dan perbaikan infrastruktur agar lingkungan kerja semakin aksesibel. 

Di samping itu, kebijakan pro-family juga diterapkan untuk mendukung pekerja perempuan dan orang tua. Dengan implementasi konsisten dan penggunaan yang aktif oleh karyawan yang menghasilkan perubahan bagi kesejahteraan tenaga kerja.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU