INDOZONE.ID - Viral di media sosial video memperlihatkan tangisan seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Rabu (12/11/2025).
Dalam video yang beredar luas itu, tampak seorang perempuan menangis histeris di dalam kantor BRI Unit Lau Baleng sambil memohon penjelasan terkait saldo tabungannya yang tiba-tiba lenyap.
Perempuan itu mengaku telah datang sejak pagi untuk meminta penjelasan soal uangnya yang hilang, namun hingga malam hari pihak bank tak kunjung memberikan kepastian.
Baca juga: BRI Percepat Akses Rumah Layak bagi Masyarakat, Tambah 25.000 Kuota KPR FLPP di Tahun 2025
"Kalian yang menyuruh kami menyimpan uang di sini, tapi ini yang kami dapat. Rekening dibobol dan tidak ada kejelasan," tulis keterangan video di akun TikTok @monalisaperangin08, dikutip pada Rabu.
"Tega sekali mereka berbuat seperti ini Tuhan. Tiap bulan kami setor simpanan ke bank BRI Lau Baleng. Tapi ini balasan kalian. Tuhan balas perlakuanmu," lanjutnya.
Menurut akun yang tersebut, kasus ini bermula ketika nasabah menukarkan kartu ATM lamanya dengan yang baru.
Ia mencurigai bahwa kartu lama yang seharusnya dimusnahkan justru disimpan oleh oknum pegawai bank yang menangani proses tersebut.
Dari situ timbul dugaan bahwa pembobolan rekening tersebut kemungkinan dilakukan dari dalam, bukan semata-mata akibat faktor eksternal seperti skimming atau peretasan aplikasi.
Peristiwa tersebut segera memicu reaksi luas dari publik. Ribuan komentar pun bermunculan, didominasi oleh warganet yang menyuarakan kemarahan dan menuntut transparansi dari pihak BRI.
"Bank mana lagi yang akan kita percaya. Sebagai nasabah menengah kebawa rata-rata ya nabung di BRI," tulis salah satu pengguna di media sosial.
Kecurigaan publik semakin menguat lantaran kasus serupa bukan pertama kalinya terjadi.
Rentetan peristiwa tersebut pun memunculkan pertanyaan besar mengenai sejauh mana tingkat keamanan sistem perbankan di Indonesia. Khususnya pada layanan digital dan proses administrasi di tingkat cabang.
Banyak pihak berpendapat bahwa persoalan ini bukan semata terkait teknologi, melainkan juga menyangkut integritas sumber daya manusia yang berperan langsung dalam melayani nasabah.
Baca juga: BRI Ventures Raih Penghargaan Investor Terbaik di Bidang Investasi Berdampak
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BRI pusat belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Namun di media sosial, berbagai pihak menyerukan agar bank BRI segera melakukan audit internal secara menyeluruh.
Masyarakat berharap hasil penyelidikan dapat menjawab apakah benar terdapat unsur kelalaian atau keterlibatan oknum di dalam sistem perbankan.
Sementara itu, peristiwa ini menjadi pengingat berharga bagi lembaga keuangan akan betapa mudahnya kepercayaan nasabah runtuh ketika keamanan dan transparansi tidak terjaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TikTok @monalisaperangin08