Senin, 27 OKTOBER 2025 • 12:20 WIB

Malaysia Berhasil Negosiasikan Penurunan Tarif Impor AS Jadi 19 Persen

Author

Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Tengku Zafrul Aziz (kanan) di Putrajaya, Malaysia. (ANTARA/Kemendag)

INDOZONE.ID - Malaysia berhasil memperjuangkan pengurangan tarif impor ke Amerika Serikat dari nilai sebelumnya 25 persen menjadi 19 persen, sebagaimana ditetapkan dalam kesepakatan tarif resiprokal dengan AS yang baru ditandatangani.

“Saya dengan senang mengumumkan bahwa Malaysia telah menandatangani Kesepakatan Tarif Resiprokal dengan AS pada siang ini,” kata Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Tengku Zafrul Aziz, dikutip Senin (27/10/2025).

Dengan keringanan tarif dan komitmen komersial tersebut, Malaysia berhasil mendapatkan penurunan tarif menjadi 19 persen.

Baca juga: Menko Airlangga: Amerika Serikat Setujui Pembebasan Tarif Ekspor Sawit, Kakao, dan Karet Indonesia

Tengku Zafrul menambahkan bahwa AS juga berkomitmen membebaskan 1.711 pos tarif dari pungutan 19 persen itu.

“Hal itu mencakup ekspor utama Malaysia seperti minyak sawit, produk karet, produk kayu, komponen penerbangan, dan produk farmasi yang seluruhnya berkontribusi hingga 12 persen dari ekspor kita ke AS,” jelasnya.

Baca juga: Trump Naikkan Tarif 100% untuk China, Menkeu Purbaya: Kita Jadi Untung

Dalam perkembangan terkait, Amerika Serikat dan Malaysia menyepakati peningkatan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis komprehensif, menyusul pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Menurut Kemlu Malaysia, status baru hubungan bilateral itu merupakan bukti dari kuat dan eratnya kerja sama di sektor strategis, meliputi perdagangan dan investasi, teknologi maju, pertahanan dan keamanan, ketahanan energi, perdamaian dan stabilitas kawasan, serta kerja sama kemanusiaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU