INDOZONE.ID - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Luh Enik Ermawati, atau akrab disapa Ni Luh Puspa, menyebut dampak ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diperkirakan mencapai Rp4,8 triliun.
“Ini luar biasa dampaknya, karena hotel-hotel di sini penuh. Bahkan tim kami sendiri kesulitan mencari tempat menginap. Hotel di Poltekpar Lombok yang biasanya kami pakai pun penuh,” ujar Ni Luh Puspa saat meninjau stan UMKM binaan ITDC di kawasan Sirkuit Mandalika, Minggu (5/1/2025).
Menurutnya, bukan hanya hotel yang dipenuhi wisatawan, tetapi juga sektor transportasi darat, laut, dan udara. Maskapai Garuda Indonesia tercatat menambah frekuensi penerbangan rute Jakarta–Lombok, sementara penerbangan Bali–Lombok juga mengalami lonjakan penumpang hingga penuh.
Baca juga: MotoGP Mandalika Diharapkan Bisa Tingkat Perekonomian dan Omzet UMKM Setempat
“Bahkan, beberapa pegawai Injourney dari Bali harus menyeberang lewat kapal karena penerbangan sudah penuh. Ini menunjukkan animo masyarakat dan wisatawan terhadap MotoGP Mandalika sangat tinggi,” kata Ni Luh Puspa.
Efek Ganda bagi Ekonomi Daerah
Ni Luh Puspa menegaskan, tingginya antusiasme tersebut menimbulkan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian lokal.
Ia memperkirakan perputaran uang selama tiga hari pelaksanaan MotoGP mencapai Rp4,8 triliun, yang berasal dari sektor akomodasi, transportasi, kuliner, dan penjualan produk UMKM.
“Dampaknya luar biasa. Banyak UMKM lokal yang omzetnya meningkat tajam karena lonjakan wisatawan,” ujarnya.
Baca juga: Bukan Sekadar Bazaar, PNM Hadirkan Ruang Tumbuh dan Silaturahmi UMKM di PFL 2025
Wamenpar juga menilai penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2025 sebagai yang terbaik sejak pertama kali digelar di Mandalika pada 2022.
“Memang masih ada catatan kecil yang perlu dievaluasi, tetapi secara keseluruhan jauh lebih baik dari gelaran pertama dan kedua. Dampaknya tidak hanya untuk pariwisata dan kunjungan wisatawan, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Menurut Ni Luh Puspa, keberhasilan MotoGP 2025 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat lokal mampu menghadirkan event internasional yang memberikan manfaat nyata bagi daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA